Asap Karhutla Mulai Terasa di Balikpapan, Dinkes Pantau Kasus ISPA

Asap Karhutla Mulai Terasa di Balikpapan, Dinkes Pantau Kasus ISPA
Kepala Dinkes Balikpapan Alwiati

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terasa di Balikpapan. Meski kualitas udara menurun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan memastikan hingga kini belum ada lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Dinkes Balikpapan Alwiati mengatakan paparan asap memang dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Namun, data yang masuk belum menunjukkan peningkatan kasus ISPA yang mengkhawatirkan.

“Kita memang harus menyadari bahwa setiap hari kita merasakan pencemaran akibat kebakaran hutan. Tetapi jumlah kasus tidak ada kenaikan yang terlalu signifikan,” kata Alwiati.

Menurutnya, kondisi ini terjadi bersamaan dengan musim pancaroba. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap berbagai penyakit, terutama ISPA yang memang menjadi salah satu penyakit terbanyak di Balikpapan setiap tahunnya.

“Walaupun tidak ada kasus kebakaran, kita tetap harus waspada,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas. Tujuannya agar tenaga kesehatan lebih siap memantau perkembangan penyakit yang berkaitan dengan kondisi lingkungan.

Pemantauan juga akan dilakukan berdasarkan kelompok usia. Selain data dari puskesmas, Dinkes akan mengumpulkan laporan dari klinik agar tren ISPA di masyarakat bisa terlihat lebih utuh.

“Kita juga tidak bisa melihat hanya dari puskesmas, tetapi di klinik-klinik juga harus dilihat bagaimana trennya,” jelas Alwiati.

Selain ISPA, Dinkes turut mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kasus diare selama musim kering. Hingga saat ini, belum ada lonjakan kasus yang menonjol.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Dinkes juga mengimbau warga, terutama yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan, untuk mengurangi paparan asap. Masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan saat udara memburuk dan menggunakan masker.

“Bagi yang memiliki penyakit asma harus lebih menjaga diri dan menggunakan masker supaya tidak terlalu terpapar asap,” tuturnya.

Untuk mengetahui kondisi kualitas udara, Dinkes mengacu pada hasil pengukuran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan. Pasalnya, Dinkes tidak memiliki alat khusus untuk mengukur kualitas udara.

Alwiati menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan meski belum terjadi lonjakan kasus ISPA. Menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap dinilai menjadi langkah penting selama musim karhutla dan pancaroba.***

Sumber: Samsul
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses