Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp17.725 per Dolar AS, Investor Wait and See Jelang Demo
JAKARTA, inibalikpapan.com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.725 per dolar AS, turun dua poin atau 0,01 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp17.721 per dolar AS.
Pelemahan tersebut terjadi setelah rupiah sempat menguat pada pembukaan perdagangan. Namun, sentimen investor kembali berubah menjelang penutupan perdagangan.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan investor cenderung mengambil sikap menunggu dan melihat perkembangan situasi. Salah satu perhatian investor adalah rencana aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
“Rupiah ditutup melemah tipis, dengan investor cenderung wait and see di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait rencana aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada Kamis,” kata Lukman.
Selain sentimen domestik, pergerakan rupiah turut dipengaruhi kondisi eksternal, khususnya penantian investor terhadap sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.
Menurut Lukman, investor mengantisipasi rilis data inflasi dan Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah indeks dolar AS dan pergerakan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.
“Indeks dolar AS sendiri juga terpantau datar, dengan investor mengantisipasi data inflasi dan Produk Domestik Bruto Amerika pada malam ini,” jelasnya.
Pelemahan rupiah juga terjadi ketika sebagian besar mata uang Asia berada di zona merah pada perdagangan sore.
Baht Thailand menjadi mata uang Asia yang mengalami pelemahan terbesar dengan turun 0,09 persen. Won Korea Selatan dan yuan China masing-masing melemah 0,04 persen.
Dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga tertekan masing-masing 0,02 persen.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru menguat. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar, yakni naik 0,49 persen. Dolar Taiwan menguat 0,17 persen, sedangkan yen Jepang naik 0,14 persen.
Pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan dipengaruhi sentimen domestik dan perkembangan ekonomi global, termasuk respons investor terhadap situasi menjelang aksi demonstrasi serta data ekonomi Amerika Serikat.***
Penulis: Donny M.
Sumber: Suara.com (jaringan inibalikpapan.com)
Editor: Donny
BACA JUGA
