Perluas Layanan Pertalite di Balikpapan, Urai Antrean dan Perlancar Aktivitas Ekonomi
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Pengaturan layanan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kota Balikpapan diarahkan tidak sekadar untuk mengendalikan antrean, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap Pertalite.
Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang melayani Pertalite hingga 24 jam. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai konsentrasi antrean yang selama ini terjadi di sejumlah titik, sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar SPBU.
Manager Communication Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pengaturan distribusi BBM bersubsidi merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah sebagai regulator dan Pertamina sebagai operator.
“Pada prinsipnya, yang dilakukan pemerintah daerah bersama Pertamina adalah memperkuat pelayanan sekaligus memperluas titik pelayanan. Karena yang kita atur ini berkaitan dengan BBM subsidi,” ujar Edi bersama Sales Area Manager Retail Patra Niaga Kaltimra Narotama, Selasa (25/8/2026) malam.
Menurut Edi, kebijakan tersebut juga mempertimbangkan keluhan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka terdampak antrean panjang kendaraan, khususnya di kawasan Jalan MT Haryono dan Gunung Guntur, Balikpapan.
Antrean kendaraan yang memanjang di sekitar SPBU dinilai tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga aktivitas usaha masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
Edi menjelaskan, pengaturan layanan tidak dapat dilakukan secara sepihak. Pertamina dan pemerintah perlu melakukan pembahasan bersama. Langkah ini penting agar kebijakan yang diterapkan tetap menjamin ketersediaan BBM subsidi sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Koordinasi tersebut, kata dia, bahkan mendapat perhatian dari pemerintah pusat melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
“Ini ada perhatian yang luar biasa dari pemerintah pusat, dalam hal ini BPH Migas, untuk melakukan upaya agar distribusi dan pelayanan di SPBU tidak mengganggu kegiatan usaha teman-teman UMKM lainnya,” katanya.
Dengan adanya penambahan dua SPBU yang melayani Pertalite selama 24 jam yakni SPBU Damai dan SPBU Sepinggan, Edi menilai titik pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih luas.
Jadwal Layanan Pertalite Diatur Bergiliran
Khusus dua SPBU itu kendaraan roda dua dilayani sejak pukul 06.00-22.00 wita. Sedangkan roda empat dilayani sejak pukul 22.00-06.00 wita.
Selama ini, keterbatasan titik pelayanan membuat sejumlah SPBU menjadi pusat konsentrasi masyarakat untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
“Dengan ditambahnya dua SPBU yang bahkan melayani 24 jam, artinya kita telah memperluas titik pelayanan Pertalite kepada masyarakat,” ujarnya.
Edi berharap masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan waktu dan ketentuan layanan yang telah ditetapkan. Menurut dia, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mengikuti pengaturan yang berlaku.
Jika masyarakat dapat menyesuaikan waktu pengisian BBM, antrean di SPBU diharapkan semakin terurai. Pada akhirnya, kebijakan tersebut bukan hanya soal mengatur pembelian Pertalite. Kebijakan ini juga menjadi upaya menghadirkan pelayanan yang lebih tertib, nyaman, dan adil bagi masyarakat Balikpapan.
Seperti diketahui, Pemkot Balikpapan telah mengeluarkan surat edaran wali kota soal pengaturan jam pengisian BBM subsidi jenis pertalite dan biosolar di beberapa SPBU.
Untuk Pertalite yakni SPBU Damai dan Sepinggan, pelayanan untuk motor mulai pukul 06.00-22.00. Untuk roda empat atau mobil mulai pukul 22.00-06.00 wita.
Sedangkan SPBU gunung Guntur hanya melayani pengisian pertalite roda empat mulai pukul 08.00-22.00 wita.
Sedangkan untuk pelayanan biosolar subsidi dilayani di SPBU Km 13 dan SPBU Km 15. Khusus biosolar diberlakukan plat ganjil genap selama 24 jam.
Kebijakan ini berlaku mulai 1 September 2026. Sebelum diterapkan akan dilakukan uji kalibrasi nozzle SPBU.
Di luar ketentuan tersebut, pelayanan SPBU tetap berjalan normal.***
BACA JUGA
