Kebakaran Bangunan Masih Jadi Ancaman Utama di Balikpapan Selama Mei 2026
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 14 kejadian bencana dan kondisi darurat sepanjang Mei 2026.
Dari berbagai peristiwa yang terjadi, kebakaran masih menjadi kejadian yang paling dominan dan memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.
Data yang dirilis BPBD menunjukkan selama Mei 2026 tidak terdapat kejadian kebakaran lahan, namun terjadi 5 kasus kebakaran bangunan, 8 kejadian kebakaran lainnya, serta 1 kejadian banjir atau genangan. Sementara itu, tidak tercatat adanya kejadian cuaca ekstrem, angin kencang maupun pergerakan tanah atau longsor.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran masih menjadi risiko utama yang harus diantisipasi warga, terutama di kawasan permukiman yang padat penduduk.
“Dari data yang kami himpun selama Mei 2026, memang kejadian yang paling banyak masih didominasi oleh kebakaran. Walaupun tidak ada kebakaran lahan dan bencana besar lainnya, kami tidak boleh lengah karena potensi kebakaran bangunan dan kebakaran lainnya masih cukup tinggi,” kata Usman Ali, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, sebagian besar kebakaran yang terjadi dipicu oleh faktor kelalaian manusia, gangguan instalasi listrik, hingga penggunaan peralatan rumah tangga yang kurang memperhatikan aspek keselamatan.
“Kami selalu mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Jangan menggunakan kabel yang sudah rusak atau sambungan listrik yang berlebihan karena hal-hal seperti itu sering menjadi penyebab kebakaran,” ujarnya.
Usman menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi.
“Pencegahan jauh lebih penting dan lebih murah daripada penanggulangan. Kalau masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan sejak awal, maka risiko kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.
Selain mencatat kejadian bencana, BPBD Balikpapan juga melaksanakan 36 kegiatan pelayanan masyarakat selama Mei 2026. Pelayanan tersebut meliputi berbagai respons kedaruratan dan bantuan kepada warga yang membutuhkan penanganan cepat.
“Pelayanan masyarakat merupakan bagian dari tugas kami sehari-hari. BPBD tidak hanya bergerak saat terjadi bencana besar, tetapi juga hadir dalam berbagai kondisi darurat yang membutuhkan bantuan pemerintah,” jelas Usman.
Dari sisi dampak, BPBD mencatat sebanyak 10 bangunan mengalami kerusakan berat dan 2 bangunan mengalami kerusakan sedang. Selain itu, terdapat 44 warga terdampak dan 2 korban meninggal dunia akibat berbagai kejadian yang terjadi selama periode tersebut
Perkuat Edukasi Kesiapsiagaan
Usman menyampaikan keprihatinannya atas adanya korban jiwa dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami tentu sangat prihatin dengan adanya korban meninggal dunia. Setiap kejadian menjadi evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk aktif berpartisipasi dalam upaya mitigasi bencana dengan segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
“Mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah. Kami membutuhkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Semakin cepat informasi disampaikan kepada petugas, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” ujarnya.
Menghadapi potensi bencana pada bulan-bulan berikutnya, BPBD Kota Balikpapan akan terus melakukan pemantauan dan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Usman Ali.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
