Kerajinan Lokal adalah Wajah Kota Balikpapan, Ketua Dekranasda Dorong Perajin Terus Berinovasi

Balikpapan Creative Award 2024 Dorong Ekosistem Kreatif Terus Bertumbuh, Ibu Nurlena Soroti Peran Generasi Muda
Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud. (Foto: Dokumentasi Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, mengajak para perajin terus meningkatkan kualitas dan berinovasi agar produk kerajinan lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurutnya, kerajinan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi identitas yang mencerminkan karakter sebuah daerah.

Pesan tersebut Nurlena sampaikan saat membuka Rapat Kerja (Raker) Pengurus Dekranasda Kota Balikpapan Periode 2026–2030 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Sekretaris Jenderal Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat Reni Yanita, jajaran Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, pelaku industri kecil dan menengah (IKM), mitra strategis, serta pengurus Dekranasda Kota Balikpapan.

Menurut Nurlena, pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar produk kerajinan Balikpapan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kerajinan adalah wajah daerah. Melalui karya para perajin, Balikpapan dapat dikenal bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota yang kaya kreativitas dan budaya,” ujarnya.

Ia menilai Balikpapan memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif di tengah posisinya sebagai kota industri dan jasa. Karena itu, para pelaku IKM ia dorong untuk terus meningkatkan mutu produk, mengikuti perkembangan pasar, dan menghadirkan inovasi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Nurlena juga mengingatkan pentingnya memberikan nilai yang layak terhadap setiap karya yang dihasilkan. Sehingga produk kerajinan tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin.

“Kalau kita sendiri bangga menggunakan produk lokal, kepercayaan masyarakat luar juga akan tumbuh. Kualitas yang baik akan selalu menemukan pasarnya,” katanya.

Langkah yang Disiapkan Dekranasda

Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Kota Balikpapan, Heruresandy Setia Kesuma, memaparkan sejumlah program prioritas organisasi periode 2026–2030. Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas pelaku IKM, digitalisasi pemasaran, perluasan akses pasar, sampai promosi produk unggulan. Selain itu juga penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

Sekretaris Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, Affan, menilai pengembangan industri kerajinan membutuhkan pembinaan secara konsisten. Pandangan serupa datang dari Sekjend Dekranas yang juga Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita. Ia menekankan pentingnya inovasi, peningkatan mutu produk, legalitas usaha, serta kemitraan sebagai fondasi memperluas pasar kerajinan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dekranasda Kota Balikpapan turut menyerahkan sertifikat halal kepada tiga IKM binaan. Ini antara lain yakni Arnesta Batik, Batik Khaliqa Arensi, dan Iwatik. Penghargaan turut mereka beri kepada sejumlah mitra yang berperan aktif dalam pembinaan pelaku IKM.

Dekranasda juga memperkuat jejaring pemasaran melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah pihak. Misalnya, PT Angkasa Pura Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Kadin Kota Balikpapan, BPC HIPMI Kota Balikpapan, DPC HIPPI, serta Forum Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan.

Dekranasda berharap produk kerajinan khas Balikpapan semakin dikenal hingga memiliki daya saing yang lebih kuat. Selain itu, mampu memberikan nilai tambah bagi para perajin dan penguatan ekonomi kreatif daerah.***

Penulis: Samsul
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses