Survei SMRC: Kepuasan terhadap Kinerja Prabowo Anjlok ke 51,1 Persen, Ketidakpuasan Naik Hampir Tiga Kali Lipat
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam dalam sembilan bulan terakhir. Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan angka kepuasan merosot dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Temuan tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam presentasi hasil survei bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV, Minggu (26/7/2026).
Penurunan itu mencapai 30,1 poin persentase dalam kurun waktu sembilan bulan. Di saat yang sama, tingkat ketidakpuasan masyarakat melonjak drastis dari 16 persen pada November 2025 menjadi 46,9 persen pada Juli 2026.
Mayoritas Publik Hanya Cukup Puas
Berdasarkan survei nasional yang digelar pada 5-19 Juli 2026, komposisi penilaian masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo adalah:
- Sangat puas: 4,8 persen
- Cukup puas: 46,3 persen
- Kurang puas: 35 persen
- Tidak puas sama sekali: 11,9 persen
- Tidak tahu/tidak menjawab: 2,1 persen
Dengan demikian, total responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas mencapai 51,1 persen, sedangkan kurang puas dan tidak puas sama sekali mencapai 46,9 persen. Selisih antara tingkat kepuasan dan ketidakpuasan kini tinggal sekitar 4,2 poin persentase.
Ekonomi, Politik, dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan
Menurut Deni Irvani, penurunan tingkat kepuasan publik tidak terjadi tanpa sebab. Hasil survei menunjukkan masyarakat semakin memberikan penilaian negatif terhadap kondisi ekonomi, situasi politik, serta penegakan hukum.
“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” ujar Deni.
Ia menambahkan, hasil lebih rinci mengenai persepsi masyarakat terhadap sektor ekonomi, politik, dan penegakan hukum dipublikasikan dalam rangkaian laporan survei SMRC secara terpisah.
Metodologi Survei SMRC
Survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026 dengan populasi seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.
Sebanyak 749 responden dipilih secara acak. Dari jumlah tersebut, 83,8 persen diwawancarai melalui telepon karena memiliki akses telepon seluler, sedangkan 16,2 persen diwawancarai secara tatap muka.
SMRC menyebut survei ini memiliki margin of error ±3,7 persen. Dengan demikian, perbedaan hasil baru dianggap signifikan secara statistik apabila mencapai sedikitnya 7,4 persen atau dua kali margin of error.
Penurunan Terbesar Sejak Awal Pemerintahan
Hasil survei ini menjadi salah satu indikator penurunan dukungan publik paling signifikan terhadap pemerintahan Prabowo sejak menjabat sebagai presiden. Dalam waktu kurang dari satu tahun, tingkat kepuasan publik turun sekitar 30 poin, sementara tingkat ketidakpuasan hampir tiga kali lipat dibandingkan hasil survei November 2025.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
