Kisah Haru Jemaah Haji Muda, Ikhtiar Orang Tua Berbuah di Tanah Suci

Jemaah Haji usia muda asal Embarkasi Balikpapan Wanda

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Di tengah dominasi jemaah lanjut usia pada musim haji tahun 2026 ini, kehadiran jemaah muda menjadi perhatian tersendiri. Salah satunya adalah Wanda (20) yang berkesempatan menunaikan ibadah haji di usia relatif dini.


Dengan wajah penuh syukur, Wanda mengungkapkan kebahagiaannya saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Balikpapan menjelang keberangkatan. Ia mengaku tak menyangka dapat berangkat ke Tanah Suci di usia muda, sebuah kesempatan yang menurutnya sangat berharga.


“Alhamdulillah, tentu sangat senang bisa berangkat haji di usia 20 tahun. Ini kesempatan yang luar biasa dan tidak semua orang bisa mendapatkannya,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).


Perjalanan menuju momen tersebut bukanlah hal instan. Wanda menjelaskan bahwa orang tuanya telah mendaftarkannya sejak tahun 2012. Selama lebih dari satu dekade, keluarga terus mempersiapkan segala kebutuhan, baik dari sisi finansial maupun kesiapan mental.


“Ini memang sudah direncanakan orang tua sejak lama. Jadi ketika waktunya tiba tahun ini, rasanya sangat bersyukur bisa benar-benar terwujud,” katanya.


Wanda juga akan menunaikan ibadah haji bersama kedua orang tuanya. Kebersamaan itu menjadi makna tersendiri baginya, mengingat ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat nilai kebersamaan dan pengabdian.

Cukup Membagi Waktu

Di tengah persiapan keberangkatan, tantangan tetap ia rasakan. Sebagai mahasiswa aktif sekaligus ketua kelas, Wanda harus membagi waktu antara kuliah, kegiatan organisasi, dan persiapan haji.
“Memang cukup menantang membagi waktu. Tapi dengan dukungan orang tua dan manajemen waktu yang baik, semuanya bisa dijalani,” tuturnya.


Meski demikian, ia memastikan tidak ada kendala berarti selama proses persiapan. Semua dijalani dengan kesungguhan, disiplin, serta dukungan penuh dari keluarga.


Kisah Wanda menjadi gambaran bahwa ibadah haji tidak semata ditentukan oleh usia, melainkan oleh kesiapan, niat, dan ikhtiar yang panjang. Di balik keberangkatan seorang anak muda, terdapat peran besar orang tua yang menanamkan harapan sejak dini.


Di tengah kehidupan modern yang kerap membuat banyak orang menunda niat baik, kisah ini menghadirkan pesan sederhana namun mendalam: bahwa cinta orang tua dapat terwujud dalam bentuk perencanaan masa depan yang penuh makna.


Bagi Wanda, ibadah haji bukan hanya perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan cinta antara manusia dengan Sang Pencipta, sekaligus wujud bakti kepada orang tua. Sebuah perjalanan yang dimulai dari doa, dijaga dengan kesabaran, dan diharapkan membawa keberkahan sepanjang hayat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses