KUR di Kaltim Tembus Rp1,92 Triliun, Ribuan UMKM Terus Didorong Naik Kelas
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Juni 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di provinsi ini telah mencapai Rp1,92 triliun dan terasa di sekitar 24.000 pelaku UMKM yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Capaian tersebut terungkap dalam Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro Tahun 2026 yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kewirausahaan Nasional dan Hari UMKM 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha kecil di Kalimantan Timur terus berkembang dan memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Secara nasional, hingga pertengahan tahun 2026 pemerintah telah menyalurkan KUR sebesar Rp133 triliun kepada lebih dari 1,1 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dari angka tersebut, Kalimantan Timur memberikan kontribusi yang cukup signifikan dengan realisasi penyaluran mencapai Rp1,92 triliun.
“Penyaluran KUR di Kalimantan Timur telah menjangkau sekitar 24.000 UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan produktif semakin terbuka bagi para pelaku usaha,” ujar Riza Damanik.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar di Kalimantan Timur. Hingga Juni 2026, nilai pembiayaan yang tersalurkan di daerah tersebut mencapai sekitar Rp400 miliar.
Posisi berikutnya ditempati Kota Samarinda dengan total penyaluran sekitar Rp361 miliar, disusul Kabupaten Paser yang mencapai Rp270 miliar. Ketiga daerah tersebut menjadi motor utama penyerapan KUR di Kalimantan Timur selama enam bulan pertama tahun ini.
Festival UMKM Perdana Berlangsung di Kaltim
Selain memaparkan perkembangan penyaluran KUR, Kementerian UMKM juga menggelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro Tahun 2026 di BSCC Dome Balikpapan.
Festival tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan bagi pelaku usaha mikro sekaligus mendorong UMKM naik kelas melalui legalitas usaha, sertifikasi produk hingga akses pembiayaan.
Menurut Riza, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan program serupa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM di berbagai daerah.
“Festival ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus menghadirkan kemudahan dan perlindungan bagi pelaku usaha mikro. Tahun ini menjadi penyelenggaraan pertama di Kalimantan Timur dan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi UMKM,” ujar Riza Damanik.
Pada pelaksanaan tahun 2025, lebih dari 14.000 UMKM di 10 provinsi memperoleh layanan langsung terkait akses perizinan usaha. Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal hingga berbagai bentuk legalitas usaha lainnya.
Hasilnya, sebanyak 14 juta UMKM berhasil bertransformasi dari sektor informal menjadi sektor formal. Selain itu, lebih dari 3,5 juta produk UMKM memperoleh sertifikasi halal. Sementara lebih dari 1 juta UMKM berhasil mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Tidak hanya itu, lebih dari 4 juta UMKM memperoleh akses pembiayaan formal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ini menunjukkan bahwa kolaborasi seluruh pihak mampu membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berkembang,” katanya.
Dorong UMKM Naik Kelas dan Lebih Kompetitif
Festival yang menghadirkan sekitar 1.100 pelaku UMKM dari Balikpapan dan berbagai daerah di Kalimantan Timur itu juga menghadirkan sejumlah inovasi baru.
Salah satunya adalah integrasi peserta ke dalam sistem SAPA UMKM. Ini merupakan platform layanan terpadu yang pemerintah rancang untuk mendukung pengembangan usaha mikro secara berkelanjutan.
Selain itu, layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang tersedia di Kota Balikpapan mendapat perluasan. Jika sebelumnya hanya menyediakan sekitar 19 hingga 25 layanan, kini bertambah 10 layanan baru yang dapat pelaku UMKM manfaatkan.
“Kami ingin manfaat festival ini tidak berhenti pada saat acara berlangsung, tetapi terus dirasakan oleh pelaku usaha setelah kegiatan selesai,” ungkap Riza.
Beragam layanan pelaksana beri kepada peserta. Mulai dari fasilitasi legalitas usaha, sertifikasi produk, pendampingan hukum hingga konsultasi bisnis melalui berbagai sesi edukatif.
Pemerintah berharap semakin banyak UMKM di Kalimantan Timur yang memiliki legalitas usaha yang kuat. Selain itu, memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
“Kami berharap pada semester kedua nanti penyaluran KUR dapat menjangkau lebih banyak UMKM di Kalimantan Timur. Dengan dukungan pembiayaan yang memadai, UMKM dapat tumbuh lebih kuat dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah maupun nasional,” katanya.***
BACA JUGA
