Kurangi Ketergantungan Pangan, Pemkot Optimalkan Cetak Sawah di Gunung Binjai Balikpapan

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan kawasan persawahan seluas 96 hektar di Gunung Binjai, Kecamatan Balikpapan Timur. Program ini disiapkan untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan hingga saat ini sekitar 42 hektar lahan telah berhasil dicetak dan mulai dikembangkan menjadi area persawahan produktif. Pemerintah menargetkan sisa lahan seluas 54 hektar dapat segera selesai.

Menurutnya, pengembangan lahan pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin ketahanan pangan di Balikpapan semakin kuat sehingga tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujarnya.

Namun demikian, percepatan program masih menghadapi tantangan keterbatasan anggaran daerah. Karena itu, Pemerintah Kota Balikpapan berharap adanya dukungan pemerintah pusat untuk membantu penyelesaian program cetak sawah tersebut.

Selain pembukaan lahan baru, dukungan yang mereka butuhkan juga mencakup pembangunan jalan usaha tani, penguatan jaringan irigasi teknis, hingga pembangunan sumur air dalam untuk menjamin ketersediaan air saat musim kemarau.

Bagus menjelaskan keberadaan infrastruktur pertanian menjadi faktor penting agar lahan yang telah cetak dapat berproduksi secara optimal dan berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada kawasan Gunung Binjai, Pemkot Balikpapan juga mulai mengkaji potensi pengembangan kawasan pertanian baru di wilayah utara kota. Sejumlah lahan di sekitar sisi kanan dan kiri jalan tol memiliki potensi untuk masuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

Meski demikian, pengembangan kawasan tersebut masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut sebelum dapat terealisasi.

Beri Bantuan Alsintan hingga Pupuk

Untuk mendukung produktivitas petani, pemerintah juga menyiapkan berbagai bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta benih.

Menurut Bagus, penguatan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Ketahanan pangan juga menjadi perhatian penting pemerintah daerah dalam mengantisipasi tekanan inflasi, terutama ketika kebutuhan pangan meningkat seiring perluasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Komoditas seperti beras, cabai, dan tomat menjadi perhatian karena selama ini kerap menjadi penyumbang utama kenaikan harga di daerah.

Karena itu, Pemkot Balikpapan menilai penguatan produksi pangan lokal harus mereka persiapkan sejak sekarang agar mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan masyarakat.

Melalui pengembangan sawah dan kawasan pertanian baru, Balikpapan berharap dapat membangun sistem ketahanan pangan yang lebih kuat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses