Mahasiswa Tolak Dialog di Ruangan, Gubernur Kaltim Siap Terima Sejak Awal Aksi

Aksi mahasiswa dan masyarakat kaltim yang melaksanakan demo di depan Kantor Gubernur Kaltim.(Foto:Inibalikpapan.com/Ist)

SAMARINDA,Inibalikpapan.com — Polemik aksi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa (21/4/2026) mendapat penjelasan dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Gubernur Rudy Mas’ud disebut telah menyiapkan diri untuk berdialog sejak awal, namun mahasiswa menolak jika pertemuan dilakukan di dalam ruangan.

Hal ini disampaikan oleh Plt Tenaga Ahli Gubernur Kaltim Bidang Komunikasi, Eko Satiya Hushada.

Eko menjelaskan, Gubernur telah mengantisipasi aksi mahasiswa sehari sebelumnya dengan menyiapkan ruang dialog. Bahkan, agenda ke luar daerah dibatalkan agar dapat fokus menerima aspirasi mahasiswa di Samarinda.

“Gubernur sudah menyiapkan diri untuk berdialog. Bahkan kegiatan di luar daerah dibatalkan agar bisa hadir langsung,” ujarnya.

Sejak pagi hari aksi, Gubernur disebut berada di ruang kerjanya untuk menunggu perwakilan mahasiswa.


Menurut Eko, tawaran dialog sempat disampaikan melalui aparat di lapangan kepada perwakilan mahasiswa.Namun, mahasiswa menolak jika dialog dilakukan di dalam ruangan dan hanya menginginkan pertemuan di depan massa aksi.

“Dialog di dalam ruangan dinilai lebih efektif, tetapi tidak disepakati oleh mahasiswa,” jelasnya.

Perbedaan pandangan ini membuat dialog yang direncanakan tidak dapat terlaksana.Meski tidak ada kesepakatan, Gubernur tetap bertahan di ruang kerja hingga aksi selesai. Pemerintah berharap mahasiswa bersedia berdialog secara langsung dalam suasana yang lebih kondusif.Namun hingga aksi berakhir sekitar pukul 18.00 WITA, tidak ada pertemuan yang terjadi.

Kericuhan Bukan Dilakukan Mahasiswa

Terkait isu kerusuhan, Eko menegaskan bahwa mahasiswa telah membubarkan diri secara tertib sebelum situasi memanas.Keributan disebut terjadi setelah sekelompok orang yang bukan mahasiswa masih bertahan di lokasi.

“Massa mahasiswa sudah pulang dengan tertib. Keributan terjadi setelah itu oleh kelompok lain,” tegasnya.


Pemerintah Provinsi Kaltim mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh narasi yang belum tentu benar. Menurut Eko, Gubernur tetap membuka ruang dialog bagi siapa pun yang ingin menyampaikan aspirasi. “Pintu dialog selalu terbuka. Gubernur siap menerima masukan dan kritik dari masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah berharap situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk mahasiswa, dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di Kalimantan Timur.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses