Margasari Fokus Mitigasi Kekeringan dan Krisis Air Akibat El Nino
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kelurahan Margasari memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem El Nino yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga November 2026. Upaya tersebut dibahas dalam forum tanggap bencana bersama masyarakat dan unsur ketua RT setempat.
Lurah Margasari, Hendra Jaya Prawira, mengatakan tema utama dalam forum tersebut adalah antisipasi dampak cuaca ekstrem El Nino, khususnya risiko kekeringan dan krisis air bersih.
“Kami bersama BPBD Kota Balikpapan melakukan sosialisasi terkait langkah-langkah kewaspadaan dan antisipasi dampak El Nino, terutama risiko bencana kekeringan atau krisis air bersih kepada ketua RT dan masyarakat,” ujar Hendra kepada media, Jumat (22/5/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diimbau lebih bijak menggunakan air bersih dan mulai menyiapkan tempat penampungan air tambahan guna menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau panjang nanti.
“Masyarakat kami himbau untuk bijak menggunakan air dan menyiapkan penampung air tambahan guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino yang diprediksi berlangsung Juli hingga November 2026,” katanya.
Selain itu, pemerintah kelurahan juga mengedukasi masyarakat terkait langkah mitigasi dan adaptasi menghadapi perubahan iklim, mulai dari pengelolaan air secara hemat, reboisasi dan pelestarian hutan, hingga pentingnya memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD.
Peran ketua RT juga diperkuat dalam program siaga bencana tersebut. Kelurahan meminta seluruh RT mendata kepemilikan serta lokasi sumber air di wilayah masing-masing, baik sumur bor, mata air, maupun yang milik warga, instansi, atau perusahaan.”Data tersebut nantinya akan dilaporkan ke kelurahan untuk diteruskan dalam penanganan dampak cuaca ekstrem El Nino di Kota Balikpapan,” jelas Hendra.***
BACA JUGA
