DLH Balikpapan Tutup Dua TPS, Fokus  Pengelolaan Sampah

Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan penataan sistem pengelolaan sampah dengan menutup dua titik Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang dinilai kurang efektif dan berpotensi mengganggu estetika kota. 

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan Balikpapan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.

Dua lokasi TPS yang ditutup yakni TPS di depan Hotel Zurich, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 81, Kelurahan Damai, serta TPS di depan Supermarket YOVA, Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 88, Kelurahan Klandasan Ilir. Kedua titik tersebut dinilai tidak lagi optimal karena berdekatan dengan fasilitas pengelolaan sampah lainnya.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan penutupan TPS dilakukan setelah melalui evaluasi bersama berbagai pihak terkait. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas layanan persampahan sekaligus memperbaiki wajah kota di kawasan yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

“Penataan TPS ini dilakukan agar pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan lingkungan kota terlihat lebih rapi. Kami melihat ada beberapa titik yang lokasinya terlalu berdekatan sehingga keberadaannya kurang optimal dan justru memengaruhi estetika kawasan,” kata Sudirman, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, keberadaan TPS di pusat aktivitas masyarakat sering kali menjadi sorotan karena dapat menimbulkan kesan kumuh apabila tidak dikelola secara maksimal. Oleh karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian dengan tetap memastikan pelayanan persampahan kepada masyarakat tidak terganggu.

Sudirman menegaskan bahwa penutupan dua TPS tersebut bukan berarti mengurangi layanan pengelolaan sampah. Sebaliknya, masyarakat tetap dapat memanfaatkan TPS alternatif yang telah disiapkan pemerintah dan berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

“Kami memastikan pelayanan tetap berjalan normal. Masyarakat tidak perlu khawatir karena sudah tersedia TPS alternatif dengan jarak yang relatif dekat sehingga akses pembuangan sampah tetap mudah,” ujarnya.

Pemanfaatan Fasilitas Persampahan

Selain penataan infrastruktur, DLH juga terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi mengenai pengurangan sampah, pemilahan berdasarkan jenis, serta pemanfaatan fasilitas persampahan yang telah disediakan pemerintah.

Menurut Sudirman, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia. Tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Penataan kota tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Kami mengajak warga untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, mengurangi sampah dari sumbernya, dan membiasakan pemilahan sampah. Agar proses pengelolaan menjadi lebih efektif,” katanya.

Ke depan, DLH Balikpapan akan terus melakukan evaluasi terhadap titik-titik TPS yang ada untuk memastikan seluruh sistem pengelolaan sampah berjalan optimal. Langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya Balikpapan sebagai kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Dengan dukungan semua pihak. Kami optimistis Balikpapan dapat menjadi kota yang semakin tertata dan berkelanjutan,” tutup Sudirman.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses