Mengenal Pangeran Dimsum Pakde Narto

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Nama kuliner Dimsum makanan asal Jepang yang kini mulai dikenal luas masyarakat Indonesia termasuk kota Balikpapan. Bahkan di Kota Bandung, Jawa Barat makanan ini sudah menjadi makanan kaki lima.

Di bilangan jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan dekat kantor Disdukcapil, Pangeran Dimsum hadir dengan keahlian olahan dari ditangan Pakde Narto salah seorang pengelola Pangeran Dimsum, yang juga Eksekutif Chef pangeran Dimsum.

Sunato (50) sebelumnya berjibaku sebagai Chef dan pimpinan Chef di sebuah hotel ternama di Balikpapan hampir 25 tahun.

Kecintaan terhadap kuliner secara alami dimulai sejak muda tahun 1996 hingga kini membuat dirinya menjadi seorang chef profesional. Tak heran sebelum covid menyebar, usai keluar dari chef hotel bintang 4, dia memberanikan diri mendirikan resto pertama pangeran Dimsum di kawasan Gunung Kawi, Balikpapan Tengah.

“Menentukan nama itu awal-awal sulit sekali. Pakai nama pengeran karena di daerah gunung Kawi itu jalan pangeran. Tapi resto kita bukan hanya dimsum saja. Memang saya spesialis di Dimsum, chinesfood, seafood waktu di hotel,” ujarnya membuka pembicaraan saat bincang dengan inibalikpapan.com, Sabtu (3/9/2022) malam.

Pangeran Dimsum di MT Haryono baru dibuka pada awal bulan ramadan 2022 lalu. Sebelumnya telah memiliki mengelola restoran pertama di Gunung Kawi dengan dua karyawan hingga 19 orang karyawan pada September 2020. Kemudian membuka kembali pangeran dimsum di Sepinggan. Menyusul di MT Haryono 4 bulan lalu.

Kini pihaknya cukup bangga, restoran yang dibangun bersama tiga pemilik yakni pemilik bangunan, pemilik modal dan pengelola ini bisa berjejer dengan restoran ternama yang ada di sepanjang MT Haryono Balikpapan.

Mantan tukang becak, kuli bangunan, dan pekerja di rumah produksi film ini, juga pernah terjun mendirikan rumah makanan di kawasan Kapuk, Jakarta pada 1994. Namun tergusur oleh pembangunan perumahan elit. Sehingga kembali ke Jogyakarta menggeluti bekerja di rumah makan, termasuk rumah makan padang.

Baca juga ini :  Seribu Toilet Rumah Warga Perumahan Kopri akan Dibersihkan

“Waktu itu di Jogya ada lowongan kerja di hotel di Balikpapan Barat Kebun Sayur. Saya melamar dan diterima bekerja,” cerita Narto yang juga pernah bekerja hotel Radison Jakarta saat masih muda.

Bisnis kuliner yang digeluti langsung berawal dari covid melanda dunia termasuk Indonesia dan Kota Balikpapan. Semua pekerjaan terdampak termasuk di hotel yang dia geluti sejak muda. Pakde sempat dirumahkan selama 5 bulan saat masih bekerja di hotel.

“Saya kan akhirnya bekerja secara online di rumah melayani pesanan sendiri akhirnya ketemu dimsum. Pembelinya pemilik modal ini. Anehnya beli banyak itu setiap hari Senin, Kamis, Jumat,” ujarnya bertanya heran siapa pembelinya. Ternyata pesanan yang dibeli ini dibagikan kepada orang lain, termasuk pesantren, rumah panti asuhan, masjid.

Setelah mengenal pembelinya ini, dimulai kerjasama untuk mendirikan restoran Pangeran Dimsum di Gunung Kawi dengan dua karyawan pada 24 September 2020 hingga memiliki 19 karyawan.

“Itu pas covid. Merugi memang tapi kita bertahan bahkan tambahin modal Rp20 juta kita buat makanan dibagikan sampai ke Manggar- Gunung Tembak,” tuturnya.

“Di gunung Kawi kita ingin perkenalkan dimsum, itu olahan sendiri, halal dan sehat.Seperti ayam kita belinya dimana, kita perhatikan sekali kehalalannya,”ucapnya.

Bukan merugi, bahkan justru 4 bulan lalu membuka Pangeran Dimsum di MT Haryono dengan 35 karyawan.

bersambung..

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.