Momentum Kartini, PT Kilang Pertamina Balikpapan Perkuat Safety Lewat Sentuhan Perempuan dan Keluarga
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas proyek kilang yang padat, sebuah pesan hangat tentang keselamatan menggema di lingkungan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Memanfaatkan momentum Hari Kartini, PT KPB meluncurkan program Woman Positive Safety Intervention (WPSI) sebagai langkah memperkuat budaya keselamatan kerja yang lebih personal dan humanis.
Program ini mengedepankan peran aktif pekerja perempuan untuk melakukan intervensi keselamatan secara langsung di lapangan, mengubah pendekatan formal yang kaku menjadi komunikasi yang menyentuh hati.
Kejutan dari Rumah: Istri dan Keluarga Turut Hadir
Makna keselamatan terasa jauh lebih mendalam ketika keluarga pekerja dihadirkan langsung ke lokasi kerja. Kehadiran mereka menjadi pengingat paling nyata bagi para pekerja bahwa ada orang-orang tercinta yang menanti kepulangan mereka di rumah.
“Hati-hati kerjanya ya, selalu pakai alat pelindung diri, supaya bisa pulang dengan selamat,” pesan Mei, salah satu anggota keluarga pekerja saat memberikan motivasi di lapangan.
Kehadiran keluarga ini memberikan kesan mendalam bagi para pekerja, salah satunya Emmanuel, pekerja kontraktor Precommissioning. “Di hari spesial ini saya diberi surprise kedatangan istri. Ini memberikan energi positif bagi saya dan rekan-rekan untuk selalu menjaga diri di lingkungan kerja,” ungkapnya.
Peran Nyata 212 Srikandi di Industri Migas
Saat ini, PT KPB mencatatkan keterwakilan perempuan sebesar 12,47% dari total tenaga kerja, atau sebanyak 212 pekerja perempuan. Di industri migas yang identik dengan dominasi laki-laki, angka ini membuktikan peran strategis perempuan tidak hanya dalam fungsi teknis, tetapi juga dalam membangun budaya keselamatan yang inklusif.
Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menilai semangat Kartini sangat relevan dengan prinsip HSSE Golden Rules Pertamina: Patuh, Intervensi, dan Peduli.
“Kepedulian untuk saling mengingatkan adalah inti dari keselamatan kerja. Perempuan di KPB mengambil peran itu, menghadirkan pendekatan yang lebih membumi dan menyentuh,” jelas Asep.
Keselamatan: Dari Prosedur Menuju Kesadaran Kolektif
Bagi PT KPB, budaya keselamatan bukan sekadar kepatuhan di atas kertas terhadap prosedur operasional, melainkan sebuah kesadaran kolektif untuk saling menjaga. Inisiatif WPSI ini diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan kerja melalui teguran yang bersifat persuasif dan penuh kepedulian.
“Pada akhirnya, yang ingin kita pastikan sederhana: setiap pekerja bisa kembali ke rumah dengan selamat setiap harinya,” pungkas Asep.
BACA JUGA
