Muswil IDI Kaltim: Regenerasi Dokter hingga Alarm Kekurangan 1.500 Tenaga Medis

Layanan pemeriksaan gigi gratis inisiasi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Balikpapan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan,
Layanan pemeriksaan gigi gratis inisiasi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Balikpapan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Minggu (14/9/2025).

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Musyawarah Wilayah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Timur menjadi momentum strategis untuk menentukan arah kepengurusan organisasi sekaligus menyoroti persoalan serius sektor kesehatan, mulai dari obesitas hingga kekurangan dokter.

Kegiatan yang digelar di Balikpapan ini tak hanya berfokus pada agenda organisasi, tetapi juga dirangkai dengan kampanye pola hidup sehat melalui seminar kesehatan dan kegiatan car free day.

Ketua IDI Kaltim periode 2022–2025, Padilah Mante Runa, menegaskan bahwa Muswil merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan yang digelar setiap empat tahun.

“Musyawarah wilayah ini menjadi mandat organisasi untuk memilih kepengurusan baru. Kami berharap program pelayanan kesehatan bisa terus berlanjut dan semakin diperkuat,” ujarnya.

Selain agenda organisasi, Muswil tahun ini juga mengangkat isu obesitas yang kian meningkat dan menjadi perhatian di Kalimantan Timur.

Di sisi lain, capaian positif turut disampaikan. Angka harapan hidup masyarakat Kaltim mengalami peningkatan dari 74,93 tahun menjadi 75,38 tahun.

Menurut Padilah, peningkatan tersebut tidak lepas dari peran tenaga kesehatan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Namun, tantangan besar masih membayangi. IDI Kaltim mencatat provinsi ini masih kekurangan sekitar 1.500 dokter untuk memenuhi rasio ideal satu dokter per 1.000 penduduk.

Kondisi ini berdampak pada pemerataan layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil.

“Kami berharap mahasiswa kedokteran asal Kaltim yang menempuh pendidikan di luar daerah dapat kembali dan mengabdi,” katanya.

Selain jumlah tenaga medis, IDI juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dokter, baik di layanan dasar maupun spesialisasi yang masih minim di Kaltim.

Muswil ini menjadi refleksi bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada ketersediaan tenaga medis, kualitas kompetensi, serta komitmen pengabdian jangka panjang.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses