OJK Kaltimra Bentengi Pelajar dan Mahasiswa dari Jerat Judi Online serta Pinjol Ilegal

Judi online / ilustrasi / Kominfo
Judi online / ilustrasi / Kominfo

SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengambil langkah taktis untuk menyelamatkan masa depan generasi muda dari ancaman kejahatan keuangan digital.

Melalui inisiasi Sosialisasi CERIA (Cerdas Finansial Melalui Edukasi, Literasi, dan Aksi), OJK menggelar edukasi bertajuk “Generasi Cerdas: Berdaya Tanpa Judi Online dan Pinjaman Ilegal” di Gedung B OJK Kaltimra, Samarinda, Jumat (29/5/2026).

Agenda ini diikuti oleh sedikitnya 100 peserta yang terdiri atas pelajar SMP, SMA, mahasiswa, serta perwakilan berbagai komunitas kepemudaan di Kalimantan Timur.

Edukasi ini bertujuan memperkuat fondasi keuangan anak muda sekaligus menekan angka korban aktivitas siber ilegal yang kian mengkhawatirkan.

Kemudahan Teknologi Menyimpan Risiko Kesehatan Mental

Kepala Divisi Layanan Manajemen Strategis dan Koordinasi Regional OJK Kaltimra, Ali Ridwan, memaparkan bahwa lompatan teknologi digital saat ini ibarat pisau bermata dua.

Di satu sisi memberikan kemudahan luar biasa dalam bertransaksi, namun di sisi lain menjadi pintu masuk utama bagi praktik judi online dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang secara masif menyasar remaja.

 “Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kerusakan kondisi finansial, tetapi juga sangat memengaruhi kesehatan mental, merusak hubungan sosial, menurunkan produktivitas, bahkan bisa menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi benteng paling penting agar anak muda mampu memilih layanan keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” tegas Ali Ridwan.

Mengacu pada data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), indeks literasi keuangan nasional berada di angka 66,46 persen dengan indeks inklusi mencapai 80,51 persen.

Namun, khusus pada kelompok pelajar dan mahasiswa, indeks literasi tercatat masih lebih rendah, yakni di level 61,76 persen meskipun angka inklusinya menyentuh 84,42 persen.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun generasi muda sangat akrab dan aktif menggunakan produk digital, pemahaman mereka mengenai risiko keamanan dan pengelolaan keuangan yang sehat masih sangat minim.

Waspadai Jebakan Kekayaan Instan dan Eksploitasi Data

Dalam kegiatan yang juga menghadirkan Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal ini, Ketua Forum Talenta Muda Kalimantan Timur, Andi Angkasa Putra, memberikan peringatan keras kepada rekan sejawatnya agar tidak mudah tergiur oleh manipulasi visual di media sosial yang menawarkan kekayaan instan.

“Judi online adalah tantangan besar bagi kita semua. Godaan mendapatkan uang cepat memang sangat besar, tetapi dampaknya fatal. Data pribadi kalian bisa dieksploitasi, rekam jejak keuangan rusak di SLIK OJK, dan masa depan taruhannya,” cetus Andi.

Ia pun mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk mengubah pola pikir dari memburu keuntungan instan menjadi fokus membangun kemandirian finansial yang kokoh melalui perencanaan serta keterampilan yang matang sejak dini. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses