ilustrasi kekerasan seksual /suara.com

Pelaku Pelecehan Seksual di Medsos Terhadap Jurnalis Perempuan di Balikpapan Diamankan Polda Kaltim

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Polda Kaltim berhasil mengamankan pelaku yang diduga melakukan pelecehan sekssual di media sosial (medsos) terhadap jurnalis perempuan di Kota Balikpapan.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo mengungkapkan, pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan. Termasuk pemeriksaan psikologi. Hasilnya akan disampaikan ke publik.

“Nanti Senin atau Selasa kita akan rilis. Pelaku masih menjalani pemeriksaan psikologi,” ujarnya, Kamis (25/11/2021)

Pihaknya pun belum bisa membeberkan secara gambalang kasus yang menimpa jurnalis perempuan berinisial R itu. “Karena masih dalam lidik dan dikembangkan ya, nanti kita akan sampaikan,” ujarnya

Sebelumnya R (23) melaporkan kasus tersebut ke Polresta Balikpapan pada Senin (16/11/2021) pekan kemarin. Kemudian kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Kaltim.

 “Sekitar pukul 17.00 Wita, saya telah melaporkan perihal kasus pelecehan seksual yang saya terima melalui video call Instagram,” ujarnya.

Dia menuturkann, telah membuat kronologi dalam laporannya tersebut.  Termasuk bukti-bukti yang dimiliki. Pihak kepolisian akan menyampaikan perkembangan kasus tersebut dalam sepekan kedepan

“Setelah mengisi kronologinya, pihak kepolisian menyampaikan agar menunggu jawabannya kembali selama satu minggu, di mana polisi akan yang akan menghubungi,” ujarnya

Dia meminta korban  lain yang juga mungkin juga jadi korban tidak diam dan harus berani melaporkan ke kepolisian agar pelaku bisa ditindak dan diberikan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku.

Jurnalis yang bekerja di media nasional itu menceritakan, berawal pada 6 Juli 2021, sekitar pukul 09.37 Wita. Akun instgaram denga nama arief_wirasatya_435 mengirim dirrect message (DM).

“Mengirim dDM) melalui akun saya. Dengan satu kata halo dan sempat saya jawab sekali,” ujarnya

Namun kemudian, akun tersebut langsung video call. Bahkan berulang-ulang akun tersebut menghubunginya hingga empat kali. Sehingga dia pun mulai curiga dan kelima kali diangkatnya.

Baca juga ini :  Launching Polri TV-Radio, Kapolri: Agar Lebih Dekat Dan Memberi Edukasi Masyarakat

“Di telpon kelima saya angkat bermaksud untuk men-screenshoot sebagai bukti. Tetapi saat diangkat belum sempat menunjukkan apapun langsung dia matikan,” ujarnya

“Terakhir saya mengirim pesan agar dia tak macam-macam lagi. Karena tak ada jawaban akhirnya saya biarkan.,”

Setelah beberapa waktu lama, kemudian pada Sabtu (13/11/2021) pekan kemarin, sekitar pukul 12/09 Wita aku tersebut kembali menghubunginya. Mengirimkan salam dan langsung video call.

“Seperti diawal, saya angkat agar bisa melakukan tangkap layar, sambil mengatakan akan melaporkan ke polisi. Belum sempat ter-screenshoot dia sudah mematikan kembali telponnya dan menjawab “jangan dong”. Setelah itu tak ada lagi jawaban.,” ujarnya

Dia menambahkan, akun tersebut hingga kini masih aktif dan memantau status story instagramnya. Bahkan akun tersebut rupanya banyak mengikuti akun rekan-rekan R dan ada yang mengalami hal yang sama.

“Untuk akunnya sendiri, sampai sekarang masih aktif dan sering memantau status sosmed saya. Setelah saya telusuri, dia banyak mengikuti akun teman-teman saya dan semua rata-rata orang Balikpapan. Salah satu teman juga mengaku mendapat perbuatan yang sama oleh akun ini,” ujarnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.