Pemerintah Dorong FKPB Jadi Wadah Perkuat Kerukunan Warga di Tengah Perkembangan IKN
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB) diharapkan terus menjadi perekat persatuan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan Kota Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Harapan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Besar (Mubes) FKPB Tahun 2026 yang berlangsung sebagai momentum memperkuat peran paguyuban dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan daerah.
Mewakili pemerintah kota, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota FKPB yang selama ini berkontribusi menjaga keharmonisan masyarakat di kota yang dihuni beragam suku, budaya, dan latar belakang.
“Kota Balikpapan merupakan kota yang majemuk, dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, budaya, adat istiadat, dan latar belakang. Keberagaman ini adalah kekuatan besar yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.
Menurutnya, FKPB memiliki posisi strategis sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antar paguyuban yang selama ini berperan menjaga suasana masyarakat tetap rukun dan kondusif.
Di tengah pertumbuhan penduduk serta meningkatnya aktivitas ekonomi akibat pembangunan IKN, menjaga keharmonisan sosial menjadi tantangan sekaligus kebutuhan penting bagi Balikpapan.
Karena itu, Mubes FKPB tidak hanya menjadi agenda organisasi untuk mengevaluasi program kerja dan memilih kepengurusan baru, tetapi juga ruang untuk merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
“Mubes ini hendaknya menjadi ruang demokratis yang menjunjung tinggi kebersamaan, keterbukaan, dan semangat kekeluargaan. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam organisasi dan menjadi bagian dari dinamika yang sehat,” kata Zulkifli.
Pentingnya Peran Organisasi Kemasyarakatan
Pemkot Balikpapan juga mengajak seluruh paguyuban yang tergabung dalam FKPB untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan menjadi mitra pemerintah. Khususnya dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Menurut Zulkifli, peran organisasi kemasyarakatan akan semakin penting. Terutama seiring meningkatnya mobilitas penduduk yang datang ke Balikpapan sebagai dampak pembangunan IKN.
“FKPB terus berperan aktif mendukung pembangunan daerah, menjaga stabilitas sosial, dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat dari infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga kebersamaan dan toleransi.
Pemerintah berharap lahir gagasan dan kepengurusan baru yang mampu memperkuat peran organisasi dalam merawat kerukunan warga. Ini sekaligus mendukung visi Balikpapan sebagai kota yang nyaman, maju, dan berdaya saing.
Di akhir kegiatan, Zulkifli secara resmi membuka Musyawarah Besar FKPB Tahun 2026. Ia berharap forum tersebut menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi maupun masyarakat Kota Balikpapan.***
BACA JUGA
