Pemerintah Merasa Belum Perlu Bentuk Satgas Khusus Karhutla Kalimantan

Karhutla Kalimantan makin mengkhawatirkan. Sebanyak 518 hotspot terdeteksi dalam sehari, dengan total 750 titik selama 17–19 Agustus 2026.
Karhutla Kalimantan makin mengkhawatirkan. Sebanyak 518 hotspot terdeteksi dalam sehari, dengan total 750 titik selama 17–19 Agustus 2026. (foto : Kemenhut)

JAKARTA, inibalikpapan.com – Pemerintah belum berencana membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih mengandalkan koordinasi lintas sektor yang dinilai telah berjalan kuat dalam menangani kebakaran.

Menurut Prasetyo, pemerintah saat ini memilih memperkuat personel dan peralatan di lapangan dibanding membentuk struktur baru.

“Saya kira belum ya, karena kemarin hasil dari lapangan, penanganan itu juga sudah koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat,” ujar Prasetyo di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Pemerintah, kata dia, telah menambah sejumlah peralatan untuk mendukung pemadaman, termasuk helikopter untuk operasi water bombing, alat pelindung diri (APD), serta tambahan pasukan.

Penguatan personel juga dilakukan dengan mengerahkan tiga batalyon pasukan militer ke lokasi penanganan karhutla.

“Hari ini penambahan personel dari tiga batalyon juga sudah berada di lokasi. Memang kita sama-sama kita keroyok. Insyaallah enggak perlu kita bikin satgas khusus,” kata Prasetyo.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla dilakukan secara bersama oleh berbagai instansi. Sejumlah pejabat setingkat menteri juga telah diterjunkan untuk memberikan perhatian dan mempercepat koordinasi di wilayah tertentu.

“Ya ada Pak Menko, Pak Menko Polhukam ada, Pak Menko PM juga ada di situ. Nah, kita bagi semua. Ada Kasad juga bertanggung jawab terhadap satu wilayah,” ujarnya.

Prasetyo menegaskan pembagian fokus tersebut bukan berarti pejabat terkait hanya bertanggung jawab terhadap wilayah yang ditugaskan.

Menurutnya, pembagian perhatian dilakukan agar pengambilan keputusan dan penanganan karhutla di lapangan dapat berlangsung lebih cepat.

“Ini hanya membagi atensi supaya koordinasinya kita percepat, gitu penanganan,” katanya.

Penulis: Donny M.

Sumber: Suara.com (jaringan inibalikpapan.com)

Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses