Pemkot Balikpapan Ajak Pelaku Usaha Ubah Sampah Kuliner Jadi Peluang Ekonomi
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– Pertumbuhan bisnis kuliner di Balikpapan yang terus melesat seiring geliat kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ikut memunculkan tantangan baru, yakni meningkatnya volume sampah domestik, terutama limbah makanan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong hotel, restoran, katering, dan kafe menerapkan ekonomi sirkular. Sampah usaha diharapkan tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai peluang ekonomi.
Ajakan itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Balikpapan, Muhammad Yusri Ramli, saat membuka sosialisasi “Cinta Rupiah & Cinta Lingkungan” di Balikpapan, belum lama ini.
Menurut Yusri, meningkatnya aktivitas bisnis kuliner berbanding lurus dengan tingginya produksi food waste. Jika tidak dikelola sejak dari sumbernya, limbah dapur akan semakin membebani lingkungan kota.
“Pendekatan ekonomi sirkular adalah solusi masa depan. Kita harus mulai bijak mengelola limbah dapur dari hulu agar tidak menjadi beban lingkungan, melainkan dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna dan berdaya jual,” kata Yusri.
IWAPI Didorong Jadi Pelopor
Dalam upaya memperkuat pengelolaan sampah, Pemkot menggandeng Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) sebagai mitra. Kolaborasi ini mendorong penerapan standar usaha yang lebih ramah lingkungan.
Pemkot mendorong setiap tempat usaha memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Pelaku usaha juga diminta memilah sampah organik secara mandiri.
Yusri menegaskan, menjaga keberlanjutan Balikpapan sebagai kota penyangga IKN tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran dunia usaha dan organisasi masyarakat dinilai menjadi kunci agar pengelolaan lingkungan berjalan lebih efektif.
Selain mengangkat isu lingkungan, kegiatan itu juga menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Yusri mengingatkan bahwa Rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi juga simbol kedaulatan negara yang perlu dijaga dan digunakan dengan baik oleh seluruh masyarakat.***
Penulis: Samsul
Editor: Rizki
BACA JUGA
