Inflasi Naik ke 3,19 Persen, Mendagri Tito Soroti Harga Ayam, Telur dan Beras

Pedatang ayam di Pasar Kandasan Balikpapan (Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)
Pedatang ayam di Pasar Kandasan Balikpapan (Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

JAKARTA, Inibalikpapan.com — Pemerintah daerah diminta mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang berpotensi kembali mendorong inflasi nasional. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara khusus menyoroti tiga komoditas, yakni daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras.

Tito mengatakan, meski inflasi nasional masih berada pada level relatif terkendali, tren kenaikannya perlu diantisipasi. Inflasi nasional tercatat 3,19 persen, naik dari sebelumnya 2,88 persen.

Secara bulanan, inflasi dari Juli ke Agustus 2026 juga meningkat sebesar 0,21 persen.

“Bulog mungkin bisa melakukan operasi pasar dengan Badan Pangan Nasional dan bagaimana untuk mengumpulkan para distributor dan produsen … dicari penyebab harganya kenapa bisa naik,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dikutip dari laman Kemendagri.

Menurut Tito, kenaikan inflasi terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, pendidikan, serta perawatan pribadi.

Karena itu, pergerakan harga pangan harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Intervensi juga diminta tidak menunggu harga sudah terlanjur melonjak.

Pemda Diminta Intervensi Sebelum Harga Melonjak

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan pentingnya langkah antisipatif dalam mengendalikan harga komoditas pangan.

Pemda bersama pihak terkait diminta memahami pola konsumsi masyarakat dan terus memantau perkembangan harga. Dengan begitu, intervensi dapat dilakukan ketika harga mulai mendekati batas toleransi.

“Ini yang perlu diperhatikan dan dimonitor betul batas toleransi mana dia naik kemudian kita melaksanakan intervensi tadi, supaya jangan naik tinggi dulu baru kita berbuat,” tegas Tomsi.

Ia juga meminta pengawasan harga daging ayam dilakukan di seluruh rantai distribusi, mulai dari tingkat peternak, distributor hingga konsumen.

Menurut Tomsi, pemantauan dari hulu hingga hilir penting agar pemerintah dapat mengetahui sumber kenaikan harga sekaligus menentukan bentuk intervensi yang tepat.

Harga Minyak Dunia Ikut Diwaspadai

Selain komoditas pangan, Tito meminta pemerintah mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap biaya transportasi.

Sektor angkutan udara menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena kenaikan harga avtur berpotensi meningkatkan biaya operasional dan berdampak terhadap tarif penerbangan.

Tito meminta Kementerian Perhubungan mengantisipasi dampak tersebut, khususnya terhadap tarif angkutan udara yang berada dalam pengaturan pemerintah.

Di sisi lain, Tito juga menyoroti disparitas inflasi antar daerah. Pemda yang mencatatkan inflasi tinggi diminta segera memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sebaliknya, daerah yang mampu menjaga stabilitas harga mendapat apresiasi karena dinilai berhasil menahan tekanan inflasi.

“Saya ucapkan terima kasih [daerah] yang bisa mengendalikan,” jelas Tito.

Pemerintah pusat pun meminta seluruh daerah tidak hanya merespons ketika harga sudah tinggi, tetapi memperkuat pemantauan sejak gejala kenaikan mulai terlihat.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses