Kaltim Kejar Swasembada Beras Akhir 2026, Target Produktivitas 7 Ton per Hektare

Petani panen padi
Petani panen padi (foto :IST)

ANGGANA,Inibalikpapan.com – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggeber target swasembada beras pada akhir 2026. Per Agustus 2026, baru sekitar 28 ribu hektare sawah aktif telah ditanami.

Pemerintah daerah mendorong produktivitas minimal 7 ton gabah per hektare. Upaya itu salah satunya dilakukan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama istrinya, Wahyu Seno Aji, memanen demplot padi sekaligus meninjau penerapan teknologi pertanian di Gapoktan Mandiri, Kamis (10/9/2026).

Demplot tersebut menggabungkan bio-invigorasi benih dengan sistem Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) serta pemanfaatan drone sprayer agriculture. Teknologi itu menjadi bagian dari strategi meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi petani.

Seno Aji mengatakan target swasembada pangan Kaltim merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Pemprov Kaltim terus mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi lahan untuk meningkatkan produksi padi.

“Hingga Agustus 2026, sekitar 28 ribu hektare sawah aktif sudah ditanami. Kita terus melakukan perbaikan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan. Harapannya, hingga akhir 2026 kita bisa mempersembahkan swasembada beras untuk Kaltim,” ujar Seno Aji, dikutip dari laman Pemprov.

Proyek Percontohan

Menurut Seno Aji, penerapan teknologi di Sidomulyo membuktikan peningkatan produktivitas pertanian melalui inovasi dan efisiensi biaya.

Pemprov Kaltim sudah dua kali melakukan evaluasi model demplot. Kata dia, menunjukkan adanya peningkatan produktivitas, penurunan biaya produksi serta pengendalian hama yang lebih baik.

Pemprov Kaltim tidak ingin keberhasilan tersebut berhenti sebagai proyek percontohan. Model pertanian berbasis teknologi ini terus didorong untuk diterapkan secara lebih luas.

“Yang jelas ada peningkatan yang luar biasa. Kami mengharapkan demplot ini bukan hanya sekadar demplot. Setelah dua kali dilakukan, dievaluasi, terlihat ada peningkatan produktivitas, penurunan biaya dan pengendalian hama. Ini membuat petani kita semakin digdaya dan berdaya,” katanya.

Target 7 Ton per Hektare

Seno Aji menegaskan pemerintah daerah akan mendorong replikasi teknologi pertanian secara massal. Targetnya, produktivitas padi di berbagai wilayah Kaltim dapat mencapai sedikitnya 7 ton per hektare.

“Mari kita lakukan replikasi secara massal. Mari kita bersama-sama memastikan hasil panen di seluruh wilayah Kaltim memiliki produktivitas minimal 7 ton per hektare. Ini bayangan dan mimpi besar kita bersama,” tegasnya.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengejar kemandirian pangan.

Untuk itu keterlibatan semua pihak sangat penting. Seno pun mengajak instansi TNI/ Polri, instansi vertikal dan dunia usaha hingga masyarakat bersama-sama memperkuat sektor pertanian. Dan memastikan program peningkatan produksi berjalan di lapangan.

“Insyaallah, akhir tahun 2026 kita swasembada beras,” ujarnya.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses