MBG Dihentikan Selama Libur, Pengusaha SPPG Minta BGN Libatkan Mereka Sebelum Ambil Keputusan

Ilustrasi MBG (Suara.com/Iman Firmansyah)

JAKARTA, inibalikpapan.com – MBG yang dihentikan sementara selama masa libur sekolah memunculkan polemik baru. Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) menegaskan tidak menolak kebijakan tersebut, namun meminta Badan Gizi Nasional (BGN) lebih melibatkan mitra pelaksana sebelum mengambil keputusan yang berdampak pada operasional di lapangan.

Ketua Umum GAPEMBI Alven Stony mengatakan pihaknya perlu meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait sikap organisasi terhadap Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 mengenai penghentian sementara layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Menurutnya, GAPEMBI tidak mempermasalahkan apabila ada penyesuaian operasional dapur MBG saat peserta didik menjalani masa liburan.

“Kami perlu meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. GAPEMBI tidak mempermasalahkan apabila ada penyesuaian operasional selama masa libur sekolah,” jelas Alven dalam keterangan tertulis, melansir Suara, jaringan inibalikpapan.com.

Soroti Proses Pengambilan Kebijakan

Alven menjelaskan yang menjadi perhatian utama bukan soal dapur MBG beroperasi atau tidak selama libur sekolah, melainkan proses pengambilan keputusan yang dinilai dilakukan tanpa komunikasi dan konsultasi memadai dengan para mitra pelaksana.

Menurutnya, para mitra sejak awal berkomitmen mendukung penuh keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, setiap perubahan kebijakan yang berdampak terhadap operasional, sumber daya manusia, rantai pasok hingga pembiayaan seharusnya dibahas bersama pelaksana di lapangan.

“Persoalannya bukan semata-mata soal dapur libur atau tidak libur. Yang kami soroti adalah adanya potensi tumpang tindih regulasi antara Surat Edaran tersebut dengan SK Kepala BGN tentang Petunjuk Teknis Nomor 401.1 tanggal 29 Desember 2025 serta Perjanjian Kerja Sama antara mitra dan BGN yang selama ini menjadi dasar pelaksanaan program,” bebernya.

Khawatir Timbulkan Ketidakpastian

GAPEMBI menilai kebijakan secara mendadak berpotensi menimbulkan kebingungan di tingkat pelaksana. Sekaligus menciptakan ketidakpastian usaha bagi mitra yang terlibat dalam ekosistem MBG.

Alven menegaskan organisasi yang ia pimpin tetap mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas pemerintah. Terlebih untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Namun, ia berharap BGN memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebelum menetapkan kebijakan yang berdampak luas.

“Kami menginginkan kejelasan, kepastian, dan konsistensi regulasi. Jangan sampai ada aturan yang saling bertabrakan sehingga menimbulkan multitafsir di lapangan,” tuturnya.

Ia menambahkan, mitra pelaksana merupakan bagian penting dari ekosistem MBG sehingga perlu dilibatkan dalam setiap pembahasan kebijakan. Agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Yang kami harapkan adalah adanya ruang dialog dan koordinasi yang lebih baik. Mitra bukan pihak yang harus diberi tahu setelah keputusan diambil. Melainkan bagian dari ekosistem pelaksana program yang perlu diajak berdiskusi. Agar setiap kebijakan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” terang Alven.***

Penulis/Sumber: Donny Moslem/Suara.com
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses