Penemuan Gas Raksasa di Lepas Pantai Kaltim: ENI Temukan 5 Tcf Gas, Siap Produksi Besar di 2028

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (BPMI Setpres)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (BPMI Setpres)

JAKARTA, Inibalikpapan.com — Kabar gembira datang dari sektor hulu migas Indonesia. Eksplorasi di sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, berhasil mengungkap potensi sumber daya gas bumi dalam jumlah fantastis, yakni sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.

Temuan giant discovery oleh perusahaan energi asal Italia, ENI, ini menjadi sinyal kuat bagi ketahanan energi nasional dan ambisi swasembada energi Indonesia di masa depan.

Anugerah Besar bagi Ketahanan Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan ENI di Cekungan Kutai. Menurutnya, temuan ini merupakan bukti bahwa potensi migas Indonesia masih sangat menjanjikan, terutama di perairan Kalimantan Timur.

“Di tengah kondisi dunia yang menjaga cadangan mereka, kita bersyukur ini adalah anugerah. Kita harus fokus menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber minyak baru. Ini adalah hasil eksplorasi yang sangat besar,” ujar Bahlil, dikutip dari laman Kementerian ESDM.

Produksi Melejit di Tahun 2028

Penemuan di sumur Geliga ini diprediksi akan mengubah peta produksi gas nasional secara signifikan. Bahlil memaparkan target ambisius dari pengembangan wilayah kerja yang dikelola ENI:

  • Produksi Gas: Saat ini berada di level 600–700 MMSCFD, ditargetkan melesat menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, dan terus ditingkatkan hingga 3.000 MMSCFD pada 2030.
  • Produksi Kondensat: Diproyeksikan mencapai 90.000 barel per hari pada 2028, dan meningkat hingga 150.000 barel per hari pada periode 2029-2030.

“Peningkatan produksi kondensat ini akan sangat membantu kita dalam mengurangi ketergantungan pada impor minyak,” tambah Bahlil optimis.

Teknologi Canggih di Kedalaman 5.100 Meter

Sumur Geliga-1 bukan tantangan mudah. Pengeboran dilakukan hingga kedalaman 5.100 meter di bawah permukaan laut dengan kedalaman air mencapai 2.000 meter. Keberhasilan ini menyusul catatan impresif ENI sebelumnya di Cekungan Kutai, seperti penemuan Geng North (2023) dan Konta-1 (2025).

Untuk pengembangannya, proyek ini akan menggunakan fasilitas terapung baru (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) dengan kapasitas raksasa. Menariknya, proyek ini juga akan disinergikan dengan infrastruktur yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang di Kalimantan Timur, guna mempercepat proses monetisasi gas.

Dampak Ekonomi bagi Kalimantan Timur

Selain Blok Ganal, pemerintah juga mencatat temuan di Sumur Gula yang menghasilkan gas 2 Tcf. Kombinasi kedua sumur ini diharapkan memberikan efek domino bagi ekonomi daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga percepatan pembangunan infrastruktur gas terintegrasi di Kaltim.

Dengan penemuan ini, Kalimantan Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung energi nasional yang siap menyokong kebutuhan industri dan domestik menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses