Penguatan Keluarga Jadi Kunci Layanan Ramah Remaja di Balikpapan
BALIKPAPAN,Inibaikpapan.com – Upaya mewujudkan generasi muda yang sehat secara fisik maupun mental tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan di fasilitas medis.
Penguatan ketahanan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk remaja yang tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan pelayanan kesehatan ramah remaja di Balikpapan sejatinya telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir dan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, seluruh puskesmas di Balikpapan kini telah memiliki layanan kesehatan ramah remaja sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan. Selain itu, tujuh puskesmas juga telah memiliki layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang memberikan pendampingan dan konseling kepada masyarakat.
“Tim Puspaga Kota secara terjadwal berkeliling ke puskesmas untuk memberikan layanan konseling kepada keluarga maupun remaja. Ini menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga,” ujar Alwiati, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, pelayanan ramah remaja tidak hanya dilakukan di dalam puskesmas, tetapi juga menyasar lingkungan sekolah. Petugas kesehatan secara rutin turun ke SMP dan SMA untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, hingga pembentukan perilaku hidup sehat.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memberikan edukasi kepada calon pengantin agar memiliki kesiapan memasuki kehidupan berkeluarga. Materi yang disampaikan meliputi kesehatan reproduksi, usia produktif, perencanaan keluarga, hingga pendidikan seksual yang sehat dan bertanggung jawab.
Tumbuh Kembang Anak
Bagi Alwiati, seluruh rangkaian edukasi tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni memperkuat keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam tumbuh kembang anak.
“Yang harus kita lakukan adalah penguatan ketahanan keluarga. Karena keluarga adalah kunci dari semuanya. Kalau keluarganya rapuh, anak-anaknya juga akan rapuh. Itu yang harus kita kuatkan,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan pembinaan, Dinas Kesehatan juga menjalin sinergi dengan sekolah melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Melalui program tersebut, petugas kesehatan memberikan pembinaan secara berkala kepada para siswa bersama guru dan pembina sekolah.
Menurut Alwiati, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan fasilitas kesehatan menjadi strategi penting dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi dan kehidupan berkeluarga.
Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan ramah remaja kini telah menjadi standar pelayanan di seluruh puskesmas. Tantangan ke depan bukan lagi menghadirkan layanan, melainkan memperkuat kualitas pendampingan serta memperluas kolaborasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, membangun remaja yang berkualitas tidak cukup dilakukan melalui pendekatan medis semata. Kehadiran keluarga yang hangat, sekolah yang peduli, dan layanan kesehatan yang mudah diakses menjadi tiga pilar penting dalam menyiapkan generasi Balikpapan yang sehat, tangguh, dan siap menyongsong masa depan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani/Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
