Operasi Celah Bibir Gratis di Balikpapan, Belasan Anak Dapat Harapan Baru di RSPB
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Operasi celah bibir gratis di Balikpapan memberi harapan baru bagi 15 anak dari keluarga kurang mampu. Mereka akhirnya bisa menjalani tindakan medis yang selama ini sulit terjangkau, sekaligus membuka peluang hidup lebih percaya diri ke depan.
Kegiatan ini berlangsung di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dalam rangka HUT ke-39, hasil kolaborasi PT Pertamina Patra Niaga, tenaga medis, dan organisasi profesi kesehatan di Kalimantan Timur.
Selama ini, banyak anak dengan kondisi celah bibir dan langit-langit menghadapi kesulitan serius—bukan hanya soal penampilan, tetapi juga makan, berbicara, hingga tekanan psikologis. Biaya operasi yang tidak murah juga menjadi hambatan utama bagi keluarga.
Melalui program ini, pasien tidak hanya mendapatkan operasi gratis, tetapi juga rangkaian pemeriksaan, edukasi orang tua, hingga pendampingan pasca tindakan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Balikpapan, Dodi Yapsenang, menegaskan program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan kepada masyarakat.
“Melalui kolaborasi bersama Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup para pasien dan keluarga, sekaligus menghadirkan senyum serta harapan baru bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Menyasar Daerah Lain
Direktur RSPB, Muhammad Ahsan, menyebut kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan penanganan medis khusus.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan harapan baru bagi para pasien, terutama anak-anak, agar ke depannya mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan percaya diri,” katanya.
Tak hanya Balikpapan, pasien juga datang dari Penajam Paser Utara dan wilayah lain di Kalimantan Timur. Ini menunjukkan masih tingginya kebutuhan layanan kesehatan untuk kasus serupa di daerah.
Data Dinas Kesehatan Kaltim mencatat, dari sekitar 67 ribu kelahiran setiap tahun, terdapat sekitar 150 kasus celah bibir. Angka ini membuat program seperti operasi gratis menjadi sangat penting untuk pemerataan layanan kesehatan.
Ketua PDGI Kaltim, Muhammad Husdiari, menilai kolaborasi lintas pihak sangat dibutuhkan agar penanganan bisa menjangkau lebih luas.
“Kami berharap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kasus celah bibir masih cukup tinggi, sehingga kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting dalam membantu anak-anak yang membutuhkan,” jelasnya.
Selain tindakan medis, kegiatan ini juga melibatkan dokter spesialis, tenaga anestesi, hingga tim perawat untuk memastikan proses berjalan aman dan optimal.
Ke depan, program seperti ini diharapkan terus berlanjut, terutama untuk menjangkau wilayah yang lebih terpencil di Kalimantan Timur.***
BACA JUGA
