Petugas Imigrasi Amankan Bule Belanda di Bandara SAMS Balikpapan, Sempat Buat Keributan

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Doni Purwongpahadi Sandra Dewa, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas bandara terkait perilaku WNA tersebut yang dinilai mengganggu ketertiban umum. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com— Petugas Imigrasi Balikpapan mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda setelah diduga mengalami gangguan kesehatan mental dan sempat membuat keributan di area bandara, beberapa hari lalu.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Doni Purwongpahadi Sandra Dewa, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas bandara terkait perilaku WNA tersebut yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan pengamanan dan pemeriksaan awal terhadap yang bersangkutan,” kata Doni.

Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan indikasi adanya gangguan kesehatan mental. WNA tersebut kemudian diamankan di kantor imigrasi untuk menjalani penanganan lanjutan, termasuk pemeriksaan medis.

Selama empat hari dalam pengawasan, kondisi yang bersangkutan terus dipantau dengan melibatkan tenaga medis dan ahli kejiwaan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, saat ini kondisinya sudah stabil. Kami juga telah melakukan konsultasi intensif dengan tenaga medis, termasuk pemberian obat sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Sempat Berteriak dan Melepas Pakaian

Doni menyebut, sebelum mendapatkan penanganan, WNA tersebut sempat menunjukkan perilaku tidak terkendali, seperti berteriak, bernyanyi tanpa sebab, hingga berupaya melepas pakaian di tempat umum.

Namun dalam dua hari terakhir, kondisi perilaku yang bersangkutan mulai membaik dan lebih terkendali.

“Setelah mendapatkan penanganan dan pengobatan, kondisinya menunjukkan perubahan positif,” kata dia.

Diketahui, WNA tersebut telah berada di Balikpapan selama sekitar dua minggu sebelum diamankan. Kedatangannya ke Indonesia disebut dalam rangka berlibur bersama keluarga.

Pihak imigrasi saat ini juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tenaga medis dan perwakilan negara asal, untuk menentukan langkah penanganan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Imigrasi menegaskan penanganan kasus ini dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif, sekaligus memastikan aspek keamanan dan kesehatan tetap terjaga.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses