Tim PDKB PLN UID Kaltimra Hemat Energi Rp5 Miliar Tanpa Pemadaman Listrik

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Tim elit Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) milik PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) berhasil menghemat energi sebesar 4.098.850 kWh atau setara Rp 5,08 miliar sejak Januari hingga awal Mei 2025.
Prestasi ini merupakan bukti nyata kontribusi PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik dan efisiensi operasional tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan.
General Manager PLN UID Kaltimra, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa tim PDKB merupakan unit teknis khusus dengan keahlian tinggi untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik tanpa perlu memadamkan aliran listrik.
“Tim ini bekerja langsung di jaringan bertegangan tinggi dengan standar keselamatan ketat. Ini memungkinkan aktivitas pelanggan tetap berjalan normal, termasuk di sektor vital seperti industri dan layanan kesehatan,” ujar Maria.
BACA JUGA :
Pekerjaan Tinggi Risiko, Dampak Tinggi ke Layanan
Senior Manager Distribusi PLN UID Kaltimra, Eko Hadi Pranoto, menambahkan bahwa PDKB memainkan peran strategis dalam menjaga kontinuitas suplai listrik. Mereka dapat melakukan pekerjaan seperti:
- Pemeliharaan trafo
- Penggantian isolator
- Pengencangan koneksi jaringan
tanpa memadamkan listrik sedikit pun.
“Manfaatnya tidak hanya teknis, tetapi juga berdampak ekonomi langsung – baik bagi PLN maupun pelanggan. Efisiensi ini juga menunjukkan komitmen kami terhadap layanan tanpa kompromi terhadap keselamatan,” jelas Eko.
Jaga Listrik Menyala di Area Strategis
Tim PDKB sangat berperan dalam menjaga keandalan listrik, khususnya di kawasan strategis seperti rumah sakit, kawasan industri, pusat pemerintahan, dan wilayah padat aktivitas.
Dengan metode kerja tanpa padam, risiko gangguan layanan dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus mendukung kepuasan pelanggan dalam menikmati listrik tanpa interupsi.
“PLN UID Kaltimra akan terus memperkuat kapasitas dan peran tim PDKB sebagai garda depan pelayanan kelistrikan andal di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” tutup Eko.
BACA JUGA