PT KAI Dievaluasi Total Usai Kecelakaan Maut KRL Bekasi, Begini Reaksi Bos Danantara

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Indonesia, Rosan Roeslani di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Mei 2025. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Indonesia, Rosan Roeslani di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Mei 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, inibalikpapan.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT KAI setelah kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang dan melukai 76 penumpang, Senin (27/4/2026) malam.

Evaluasi ini datang langsung dari CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi fokus utama pascakejadian tersebut. Pemeriksaan tidak hanya menyasar teknis operasional, tetapi juga sistem keselamatan secara keseluruhan.

“Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, terutama terkait sistem keselamatan. Ini menjadi perhatian utama,” ujar Rosan di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Langkah ini juga sejalan dengan program kerja Danantara tahun 2026 yang sebelumnya telah merencanakan pembenahan sektor transportasi, termasuk perbaikan 1.800 lintasan kereta api di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah juga menargetkan pemasangan pintu pengaman tambahan untuk meminimalisir risiko kecelakaan di perlintasan.

COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyebut evaluasi akan mencakup aspek manajemen hingga potensi faktor penyebab kecelakaan. Namun, hasil akhir tetap menunggu investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami tunggu hasil investigasi KNKT sebagai bahan evaluasi, termasuk untuk melihat penyebab dan dampak secara menyeluruh,” kata Dony.

Di sisi lain, data dari Polda Metro Jaya mencatat total korban meninggal dunia mencapai 15 orang, dengan sebaran di sejumlah rumah sakit. Sementara itu, 76 korban lainnya mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan.

Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi paling jadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir, terutama karena terjadi di jalur padat dan melibatkan kereta penumpang.

Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung, sementara pemerintah menekankan pentingnya pembenahan sistem keselamatan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses