Sambut Pengurus Baru IKS3, Wali Kota Balikpapan Tantang Kaum Intelektual Sumbang Gagasan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Dinamika perkembangan Kota Balikpapan sebagai beranda utama sekaligus kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan sokongan pemikiran dari kalangan akademisi dan intelektual.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan resmi menerima audiensi jajaran pengurus Ikatan Keluarga Sarjana Sulawesi Selatan (IKS3) periode 2025–2030 di Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan yang bergulir mulai pukul 10.00 WITA ini menjadi tonggak strategis untuk memperkuat sinergi antara kaum cendekiawan paguyuban dan jajaran birokrasi dalam menatap arah pembangunan kota yang inklusif.
Balikpapan Rumah Bersama: Paguyuban Jadi Tiang Harmoni Sosial
Rombongan besar pengurus IKS3 Sulsel bersama sejumlah tokoh masyarakat asal Sulawesi Selatan disambut hangat oleh Wali Kota Balikpapan beserta jajaran kepala dinas terkait.
Pertemuan berjalan interaktif membahas ruang kolaborasi sektor makro seperti peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM), akselerasi mutu pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif.
Wali Kota Balikpapan menggarisbawahi bahwa keberadaan paguyuban etnis, khususnya yang mewadahi para sarjana dan profesional seperti IKS3, memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial di tengah heterogenitas warga Kota Minyak.
“Balikpapan ini adalah rumah bersama bagi kita semua. Cetak biru pembangunan kota tidak akan bisa berjalan kokoh jika hanya mengandalkan pemerintah. Kontribusi pemikiran, inovasi, serta jaringan profesional yang dimiliki rekan-rekan di IKS3 Sulsel sangat kami butuhkan untuk menghadapi lompatan besar Balikpapan sebagai penyangga IKN,” ujar Wali Kota.
Komitmen Lahirkan Gagasan Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
Merespons tantangan dari orang nomor satu di Pemkot Balikpapan tersebut, perwakilan pengurus IKS3 Sulsel menegaskan bahwa struktur kepengurusan baru periode 2025–2030 ini dibentuk bukan untuk gagah-gagahan. Organisasi ini berkomitmen menjadi laboratorium gagasan yang produktif melalui aksi nyata di bidang sosial-kemasyarakatan dan literasi pendidikan.
IKS3 juga siap memasang badan untuk merawat solidaritas antarkomunitas demi menangkal potensi gesekan horizontal di tengah masifnya arus urbanisasi menuju Kalimantan Timur.
“Kalau rasa cinta dan memiliki terhadap daerah ini sudah menghunjam di hati setiap warga, maka semangat gotong-royong untuk membangun akan lahir secara natural. Kota ini akan melesat maju ketika seluruh elemen masyarakat bergerak kolektif dengan rasa memiliki yang tinggi,” tambah Wali Kota di akhir sesi audiensi yang ditutup dengan foto bersama.
BACA JUGA
