Daya Beli Lesu, Bengkel Pandai Besi Legendaris Balikpapan Kebanjiran Jasa Asah Ketimbang Beli Parang Baru
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Dentuman palu godam yang menghantam besi panas terdengar bersahut-sahutan dari sebuah bengkel sederhana di sudut Kota Balikpapan.
Percikan api merah beterbangan di antara bara arang kayu ulin yang menyala lumat, menemani kesibukan Juliansyah (48) yang tengah telaten menempa bilah parang pesanan pelanggan, Rabu (20/5/2026).
Sebagai pengrajin pandai besi generasi ketiga, Juliansyah setia mempertahankan usaha keluarga yang telah tegak berdiri sejak era 1950-an. Namun, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, ada kenyataan pahit yang harus ia tempa di balik bara apinya: pesanan senjata tajam (sajam) baru untuk keperluan jagal kurban jeblok drastis.
Musim Kurban 2026: Pesanan Parang Baru Anjlok 80 Persen
Jika pada musim-musim kurban tahun lalu bengkelnya bisa kebanjiran orderan pembuatan pisau seset dan parang sembelih sebanyak 20 hingga 50 bilah per hari, kini situasinya berubah drastis. Faktor ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat masyarakat merem pengeluaran.
“Kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya memang jauh berkurang. Dulu dua atau tiga bulan sebelum Iduladha sudah ramai sekali yang pesan baru. Sekarang, jumlah pesanan parang baru turun tajam, hanya berkisar 5 sampai 10 bilah saja sehari,” ungkap Juliansyah lesu saat dijumpai di sela aktivitasnya.
Sebagai siasat menghadapi ketatnya dompet konsumen, sebagian besar warga kini beralih memanfaatkan jasa restorasi alat lama. Bengkel Juliansyah pun berubah fungsi dari pusat manufaktur lokal menjadi posko pengasahan massal.
“Sekarang 80 persen yang datang itu untuk jasa asah ulang parang, pisau, atau kampak lama milik mereka. Orang-orang memilih menekan pengeluaran dengan merawat peralatan lama dari tahun sebelumnya yang penting bisa tajam lagi,” jelasnya.
Pertahankan Pakem Besi Kelahar dan Per Baja dengan Harga Miring
Padahal, demi menjaga kualitas warisan nenek moyang, Juliansyah ogah menggunakan besi murah atau rongsokan biasa. Skuad perkakasnya ditempa dari bahan baku pilihan premium, seperti besi per mobil, per spiral, hingga besi bearing (kelahar) bekas alat berat yang terkenal menghasilkan mata bilah super tajam, anti-gumpil, dan kokoh.
Proses pembuatannya pun masih mempertahankan teknik metalurgi tradisional, yakni pembakaran berulang di atas arang kayu ulin komunal dan penempaan manual tanpa mesin pres modern.
Menariknya, harga yang dipatok di tengah tekanan ekonomi ini terbilang sangat ramah kantong:
- Jasa Asah & Pisau Kecil: Mulai dari Rp50.000.
- Pembuatan Parang Sembelih Ukuran Besar: Mulai dari Rp150.000 (tergantung jenis baja dan ketebalan bahan besi).
Pilihan untuk melakukan daur ulang (recycle) sajam kurban luhur ini diamini oleh Jamaluddin, salah seorang panitia kurban di Balikpapan.
“Sudah rutin tiap tahun sebelum Iduladha ke sini bawa pisau jagal lama untuk diasah. Hasil sepuhan pandai besi tradisional di sini terkenal awet tajamnya, sekali gores langsung putus urat leher sapi,” cetusnya.
BACA JUGA
