Seskab Teddy Bantah Isu Anggaran Pendidikan Dipangkas demi Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Senin, 3 Februari 2025 / YouTube Sekkab
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Senin, 3 Februari 2025 / YouTube Sekkab

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengklarifikasi isu miring yang menyebutkan adanya pengurangan anggaran pendidikan demi mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026), Seskab Teddy menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dan anggarannya justru terus ditingkatkan.

Pemerintah memastikan bahwa program MBG bukan hadir sebagai pengganti, melainkan pelengkap untuk menciptakan generasi yang sehat secara fisik dan cerdas secara intelektual.

Program Warisan Tetap Berlanjut: KIP dan PIP Aman

Seskab Teddy menepis anggapan bahwa program strategis dari periode sebelumnya dihentikan. Ia memastikan keberlanjutan bantuan pendidikan bagi siswa yang membutuhkan.

“Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Semuanya berjalan, bahkan ditambah. Ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) berjalan, ada Program Indonesia Pintar (PIP) berjalan,” tegas Teddy.

Gebrakan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda

Selain mempertahankan program lama, Presiden Prabowo Subianto juga meluncurkan inisiatif baru untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah atau tidak pernah mengenyam pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Berikut adalah poin-poin progres infrastruktur pendidikan yang dipaparkan Seskab:

  • Sekolah Rakyat: Menyediakan penginapan, pendidikan, makan bergizi, dan jaminan kesehatan gratis. Hingga tahun lalu, sudah ada 166 sekolah dengan 16.000–20.000 siswa. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 100 sekolah tambahan.
  • Rehabilitasi Sekolah: Hingga 2025, sekitar 16.000 bangunan sekolah di seluruh Indonesia telah diperbaiki dengan total anggaran mencapai Rp17 triliun.
  • Inovasi Kampus: Pengembangan Sekolah Garuda, sekolah terintegrasi, dan pembangunan kampus-kampus baru sedang dalam tahap pengerjaan.

Digitalisasi Pendidikan: 280 Ribu TV Digital Disalurkan

Pemerintah juga berfokus pada teknologi pembelajaran. Untuk mendukung akses informasi dan materi edukasi modern, sebanyak 280.000 unit televisi digital telah disalurkan ke sekolah-sekolah di seluruh pelosok Tanah Air sepanjang tahun 2025.

Gizi dan Pendidikan Sebagai Satu Kesatuan

Langkah pemerintah yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis berdampingan dengan penguatan anggaran pendidikan merupakan strategi besar untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Fokus kita lebih detail kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” tutup Seskab Teddy. / Seskab

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses