Stunting Ditekan, Nurlena Bawa Balikpapan Raih Puspa Cita

Nurlena
Ketua TP PKK Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud (dua kanan) meraih puspa cita berkat penanganan stunting.(Foto:Inibalikpapan.com/IG Nurlena Rahmad Mas'ud)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Stunting Balikpapan jadi perhatian serius, dan upaya menekannya kini mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Di tengah kerja itu, Ketua TP PKK Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas’ud meraih penghargaan Puspa Cita 2026 bukan sekadar simbol, tapi pengakuan atas perubahan yang mulai dirasakan langsung oleh keluarga di Balikpapan.

Perubahan paling terasa datang dari cara kerja di lapangan. Program yang digerakkan Tim Penggerak PKK Balikpapan tidak berhenti di sosialisasi.

Kader PKK bersama tenaga kesehatan aktif mendatangi rumah warga, memantau tumbuh kembang anak, hingga memberi pendampingan langsung kepada ibu-ibu.

Pendekatan ini membuat penanganan stunting menjadi lebih dekat, lebih cepat, dan lebih terasa manfaatnya oleh masyarakat.

Bukan Hanya Kesehatan

Dampak lain muncul dari sisi ekonomi. Melalui Dekranasda, Nurlena mendorong pengembangan batik khas Balikpapan agar mampu bersaing di pasar lebih luas.

Bagi pelaku UMKM, ini bukan sekadar pelatihan, tetapi peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Upaya ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya soal peran sosial, tetapi juga kekuatan ekonomi rumah tangga.

Cerminan Kerja Nyata

Penghargaan Puspa Cita diberikan dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026 oleh Kompas TV di Jakarta.

Pengakuan ini diberikan kepada tokoh yang dinilai aktif menggerakkan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh kader PKK dan masyarakat Balikpapan yang telah bekerja bersama,” ujar Nurlena.

Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan tidak hanya menghadapi pembangunan fisik, tetapi juga tantangan kualitas sumber daya manusia.

Jika tidak disiapkan sejak sekarang, masyarakat lokal berisiko tertinggal di tengah arus perubahan.

Karena itu, program berbasis keluarga menjadi fondasi penting agar warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kawasan.

Nurlena menegaskan bahwa kekuatan pembangunan ada di keluarga. Ketika keluarga sehat, anak tumbuh optimal, dan ekonomi rumah tangga bergerak, maka dampaknya akan terasa ke seluruh kota.

Penghargaan ini menjadi pemicu untuk memperkuat kolaborasi, menjaga konsistensi program, dan memastikan manfaatnya terus dirasakan masyarakat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses