Solusi Sampah Pesisir, Disperkim Balikpapan Uji Pasang Jaring di Baru Ulu
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan mulai menguji efektivitas jaring sampah di kawasan pesisir Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat.
Langkah ini dilakukan untuk menahan sampah yang terbawa arus laut agar tidak masuk dan menumpuk di sekitar permukiman warga.
Pemasangan jaring sampah difokuskan di RT 17 Kelurahan Baru Ulu. Disperkim tidak hanya ingin memasang jaring, tetapi juga melihat sejauh mana metode tersebut mampu menjadi bagian dari solusi persoalan sampah pesisir.
Kepala Disperkim Kota Balikpapan Rafiuddin mengatakan, pemasangan jaring merupakan salah satu rangkaian penanganan sampah yang dilakukan bersama masyarakat.
“Ini salah satu rangkaian kegiatan masyarakat kita, yaitu pemasangan jaring sampah,” kata Rafiuddin saat ditemui di RT 17 Kelurahan Baru Ulu, Rabu (12/8/2026).
Ia berharap jaring tersebut mampu menahan sampah yang terbawa dari laut sebelum masuk ke kawasan permukiman.
“Harapannya, sampah-sampah dari laut tidak masuk ke kawasan permukiman warga,” ujarnya.
Menurut Rafiuddin, persoalan sampah di kawasan tersebut tidak hanya disebabkan oleh sampah yang terbawa dari laut. Berdasarkan informasi masyarakat, sebagian sampah juga berasal dari aktivitas warga di sekitar permukiman.
“Informasi dari warga itu ada dua. Ada sampah dari arah laut yang masuk ke permukiman, juga ada sampah dari masyarakat,” jelasnya.
Karena itu, pemasangan jaring diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi sampah yang masuk ke kawasan pesisir. Namun, Rafiuddin menegaskan metode tersebut belum bisa disebut sebagai solusi akhir.
“Ini sebenarnya sudah pernah dilakukan, tapi kita coba lakukan lagi,” katanya.
Ia meminta jaring yang sudah terpasang tidak dibiarkan tanpa pemantauan. Menurutnya, evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui kemampuan jaring dalam menahan sampah sekaligus melihat kondisi jaring ketika sampah mulai terkumpul.
“Saya minta untuk dievaluasi dan dimonitor, seberapa efektif pemasangan jaring ini,” tegas Rafiuddin.
Penanganan Secara Bersama
Ia juga mengingatkan, jaring yang dipasang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya sampah. Karena itu, pengangkatan sampah yang tertahan harus menjadi bagian dari mekanisme penanganan.
“Nanti akan kita lakukan bersama dengan teman-teman terkait dalam rangka pengangkatan sampahnya,” ujarnya.
Untuk tahap awal, Disperkim menargetkan kawasan RT 17 dapat tertutup jaring sampah.
“Karena kita fokus di RT 17, jadi semua kawasan RT 17 kita tutupi dengan jaring sampah,” ungkapnya.
Selain pemantauan lapangan, Disperkim juga menyiapkan pembahasan lebih luas melalui forum group discussion (FGD). Forum tersebut akan digunakan untuk mencari pola penanganan sampah pesisir yang lebih efektif dan efisien.
“Insya Allah ke depannya kami akan melaksanakan FGD terkait penanganan sampah di pesisir,” kata Rafiuddin.
“Kita cari seperti apa yang efektif dan efisien dalam rangka penanganan sampah di pesisir,” lanjutnya.
Rafiuddin menegaskan, hasil evaluasi di Baru Ulu akan menjadi pertimbangan untuk penerapan metode serupa di kawasan lain.
“Ini baru tahap awal. Kalau memang dianggap berhasil, insya Allah kita pasang di daerah berikutnya, di kelurahan-kelurahan lain yang memang punya masalah dengan sampah di wilayahnya,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
