Tangis Perpisahan Kepala Rutan Balikpapan Agus Salim, Warga Binaan Disebut Keluarga

Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan Agus Salim resmi mengakhiri masa tugasnya setelah mendapat amanah sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang.
Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan Agus Salim resmi mengakhiri masa tugasnya setelah mendapat amanah sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang. (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Tangis pecah di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan, Sabtu (29/8/2026). Bukan karena kericuhan atau persoalan keamanan, melainkan karena perpisahan seorang kepala rutan dengan warga binaan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan Agus Salim resmi mengakhiri masa tugasnya setelah mendapat amanah sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang.

Namun sebelum meninggalkan Balikpapan, Agus memilih berpamitan langsung kepada jajaran pegawai dan warga binaan. Momen tersebut menjadi bagian paling emosional dalam rangkaian serah terima jabatan (sertijab) dan lepas sambut Kepala Rutan Balikpapan.

Setelah prosesi sertijab, Agus bersama pejabat baru, Andre Silalahi, menyempatkan diri menyambangi blok hunian. Di hadapan warga binaan yang selama ini berinteraksi dengannya, suasana mendadak berubah haru.

Agus tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan pesan terakhir sebelum meninggalkan Rutan Balikpapan.

“Terima kasih atas kebersamaan kita selama ini. Saya tidak hanya mengenal saudara-saudara sebagai warga binaan, tetapi saya menganggap semuanya sebagai keluarga,” ujar Agus.

Kalimat itu menjadi salah satu titik paling emosional dalam perpisahan tersebut.

Bagi Agus, hubungan yang terbangun selama memimpin Rutan Balikpapan tidak berhenti pada relasi antara petugas dan warga binaan. Kebersamaan sehari-hari membuat batas formal tersebut perlahan berubah menjadi ikatan kemanusiaan.

Ia pun berpesan kepada warga binaan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Rutan Balikpapan. Lebih dari itu, Agus meminta mereka mengikuti seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh.

Menurutnya, program pembinaan harus menjadi bekal penting bagi warga binaan ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balikpapan, Bawa Kenangan

Sebelum momen perpisahan bersama warga binaan, Agus menjalani prosesi sertijab yang dihadiri Staf Ahli Wali Kota Balikpapan Bidang Sosial, Kesejahteraan dan Pengembangan SDM Edy Gunawan yang mewakili Wali Kota Balikpapan.

Hadir pula Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur Hasan Basri, para kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi Kalimantan Timur, Forkopimda Kota Balikpapan, jajaran pegawai Rutan Balikpapan, Dharma Wanita Persatuan Rutan Balikpapan, serta tamu undangan lainnya.

Usai sertijab, Agus dan Andre bersalaman dengan jajaran pegawai serta tamu undangan sebelum melanjutkan agenda ke blok hunian.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penghormatan terakhir dari jajaran petugas di halaman Rutan Balikpapan.

Agus dilepas dan diantar oleh Andre Silalahi, Hasan Basri, serta para kepala UPT Pemasyarakatan Kalimantan Timur.

Kini, tongkat kepemimpinan Rutan Kelas IIA Balikpapan berada di tangan Andre Silalahi.

Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian pejabat, tetapi juga menjadi momentum untuk melanjutkan program pelayanan dan pembinaan serta memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Balikpapan.

Bagi Agus, perpindahan tugas ke Sidenreng Rappang membuka lembaran baru dalam perjalanan pengabdiannya.

Namun, Balikpapan meninggalkan cerita yang tidak mudah dilupakan. Di balik tembok rutan, ia menemukan bahwa tugas pemasyarakatan bukan sekadar menjaga keamanan dan menjalankan aturan.

Ada manusia yang harus didampingi, dibina, dan diberi kesempatan untuk berubah.

Dan ketika perpisahan tiba, Agus tidak hanya meninggalkan sebuah jabatan.

Ia meninggalkan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya—dan membawa pulang kenangan yang mungkin akan jauh lebih lama tinggal di hati daripada masa jabatannya sendiri.

Penulis : Samsul

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses