TASBIH JKN, Kolaborasi Dakwah dan Kesehatan untuk Perlindungan Masyarakat

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — BPJS Kesehatan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ProgramTransformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan DakwaH (TASBIH) JKN melalui pendekatan keagamaan. Upaya tersebut diwujudkan lewat pelatihan kepada sekitar 100 dai di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi nasional BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan aktif JKN, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.

Direktur Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan, C. Falah Rakhmatiana mengatakan, tokoh agama memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang mudah diterima masyarakat, terutama terkait program-program pelayanan publik.

“Melalui para dai, kami berharap pesan tentang pentingnya JKN dapat tersampaikan lebih luas dan mudah diterima masyarakat. Program ini bukan sekadar kebijakan pemerintah, tetapi merupakan amanat undang-undang yang wajib diikuti oleh seluruh warga,” ujar Falah didampingi Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan dr. Herman Dinata Mihardja saat diwawancarai media, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, keterlibatan MUI menjadi langkah strategis karena pendekatan berbasis nilai keagamaan dinilai mampu menjawab keraguan sebagian masyarakat terhadap program JKN, termasuk terkait aspek syariah dalam pengelolaannya.

Ia menegaskan, konsep JKN pada dasarnya sejalan dengan prinsip ta’awun atau tolong-menolong dalam Islam. Peserta yang rutin membayar iuran dinilai turut membantu peserta lain yang sedang membutuhkan layanan kesehatan.

“Ini seperti kebiasaan kita membantu tetangga yang sakit. Bedanya, dalam JKN bantuan itu dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, sehingga ketika kita sendiri membutuhkan, biaya pengobatan sudah ditanggung,” jelasnya.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga memastikan aspek syariah dalam program JKN terus diawasi melalui mekanisme pengawasan yang melibatkan Dewan Pengawas Syariah.

Hal tersebut, menurut Falah, menjadi bentuk komitmen agar pengelolaan program berjalan transparan, adil, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta tanpa diskriminasi.

Balikpapan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian program nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.

Kerja sama antara BPJS Kesehatan dan MUI dilakukan hingga ke tingkat daerah, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas sosialisasi JKN hingga menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput.

Ketua MUI Kota Balikpapan Abdul Rasyid Bustomi menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai Program JKN memiliki tujuan yang sejalan dengan prinsip kemaslahatan dalam Islam karena memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat luas.

“Program ini sangat baik dan sejalan dengan nilai-nilai syariat, karena memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kami siap membantu menyampaikan pemahaman ini kepada umat,” ujarnya.

BPJS Kesehatan juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memiliki perlindungan kesehatan sejak dini. Risiko sakit dinilai tidak dapat diprediksi, baik dari segi waktu maupun biaya pengobatan yang harus ditanggung.

“Prinsipnya sederhana, sedia payung sebelum hujan. Jangan menunggu sakit datang baru memikirkan perlindungan,” katanya.

Saat ini, pemerintah juga terus menjamin akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai melalui APBN. Namun, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi diimbau tetap mendaftar secara mandiri sebagai bentuk tanggung jawab dan solidaritas sosial.

Melalui edukasi berbasis keagamaan ini, BPJS Kesehatan berharap partisipasi masyarakat terhadap Program JKN semakin meningkat, khususnya di Kalimantan Timur, sehingga sistem perlindungan kesehatan nasional dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses