Ternyata Bukan Daging Kambing-Sapi yang Berbahaya Bagi Kolesterol dan Tekanan Darah
BALIKPPAAN, inibalikpapan.com – Di tengah tradisi menyantap sate dan tongseng saat Idul Adha, kekhawatiran soal lonjakan kolesterol dan tekanan darah kerap membuat sebagian orang menahan diri. Namun, dokter sekaligus edukator kesehatan Tirta Mandira Hudhi menegaskan, daging kambing itu sendiri bukanlah penyebabnya.
“Daging kambingnya malah sehat, proteinnya tinggi melebihi daging sapi. Komponen daging merah itu yang justru bisa menekan angka kolesterol,” kata dr. Tirta dalam video di kanal YouTube pribadinya, TirtaPengPengPeng, melansir dari Suara, jaringan inibalikpapan.com.
Menurut dr. Tirta, biang kerok yang sesungguhnya adalah cara pengolahan dan bumbu pendamping. Penggunaan kecap berlebihan dan kandungan natrium tinggi pada garam secara ilmiah memicu penyempitan pembuluh darah, yang berujung pada naiknya tekanan darah.
“Kok bikin leher tegang? Itu dikarenakan masak dagingnya pakai bumbu kecap yang berlebihan. Jadi yang menyebabkan sate daging kambing, tongseng, tengkleng, dan gule bikin (kolesterol) meroket, komponen garam dan kecapnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai jeroan—usus, babat, dan gajih—yang kerap ikut disantap. Bagian-bagian inilah, bukan dagingnya, yang menjadi sumber utama kolesterol jahat.
“Segala sesuatu makanan yang rasa-rasa itu risiko tinggi. Kalau sudah tahu rasanya asin makanya jangan terlalu berlebihan,” tegasnya.
Untuk tetap bisa menikmati sate kambing, dr. Tirta menyarankan mengurangi porsi kecap dan menghindari jeroan. “Daging kambing tidak menyebabkan kolesterol. Yang menyebabkan kolesterol dan tekanan darah naik adalah bumbu dan jeroannya,” pungkasnya.***
BACA JUGA
