pasangan ibu-anak Jubaedah berusia 20 tahun dan Jubaedi 2 tahun (yayasan BOS)

Tiga Individu Orangutan Kembali Dilepasliarkan ke Hutan Kehje Sewen

SAMBOJA, Inibalikpapan – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dan Borneo Orangutan Survival Foundation atau Yayasan BOS bekerja sama dengan Yayasan BOS dan PT. RHOI kembali melepasliarkan tiga orangutan ke hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur.

Hutan Kehje Sewen merupakan hutan  konsesi restorasi ekosistem seluas 86.450 hektar. Sejak 2015 lalu, tempat dilepasliarkan orangutan yang siap untuk hidup liar di habitat alami. Waktu perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 20 jam.

Tiga orangutan yang akan dilepasliarkan kali ini adalah pasangan ibu-anak Jubaedah berusia 20 tahun dan Jubaedi 2 tahun. Serta jantan dewasa Titon  berusia 19 tahun. Jubaedah dan Jubaedi diselamatkan di awal tahun ini.

Mereka menderita luka-luka dan malnutrisi parah. Setelah menjalani perawatan selama beberapa bulan, mereka kini telah sepenuhnya pulih dan siap dilepasliarkan. Sementara Titon adalah orangutan yang lahir di Samboja Lestari dan kini Titon dinilai telah siap untuk hidup liar di habitatnya.

“Pelepasliaran ini membuat jumlah populasi orangutan hasil rehabilitasi yang dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen menjadi 118 individu,” ujar CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite

Menurutnya, masih banyak orangutan yang menanti kesempatan untuk dilepasliarkan. Hanya saja, Yayasan BOS masih harus mencari hutan baru untuk tempat pelepasliaran. Hutan Kehje Sewen telah mendekati kapasitas maksimalnya, menampung 150 orangutan.

“Menurut perhitungan kami, ruang tersisa hanya cukup untuk 30 individu lagi. Kami sangat membutuhkan hutan baru yang dikelola dalam skema IUPHHK-RE sebagai situs pelepasliaran orangutan, dan kami butuh semua pihak membantu mendapatkan ini,” ujarnya

“Ini tentu tindakan yang sangat sesuai dengan Hari Pahlawan. Mari kita jadi pejuang lingkungan dengan membantu pelestarian orangutan dan habitatnya. Dukungan Anda terhadap rehabilitasi orangutan di Samboja Lestari berarti juga mendukung keberadaan ibukota baru yang berkonsep hutan kota.”

Baca juga ini :  Anjuran Dirjen Bimas Islam, Sehat Beribadah dengan Prokes dan Vaksin

Sementara Kepala BKSD Kaltim Sunandar Trigunajasa menuturkan, pelepasliaran ini merupakan yang terakhir tahun ini di Kaltim. Sepanjang tahun ini telah 6 kali melakukan pelepasliaran atau sebanyak  21 individu orangutan yang dilepasliarkan ke ke habitatnya.

“Masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan, masih banyak orangutan yang menanti kebebasan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari. Untuk bisa merealisasikan upaya pelestarian orangutan dan perlindungan habitatnya secara menyeluruh, kami membutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak. Kita semua merasakan manfaat akhir, yaitu udara segar, air bersih, iklim yang teratur, serta berbagai bahan obat-obatan,” ujarnya.

“Anda bisa bergabung! Caranya tidak lagi menangkap, membunuh, atau memelihara orangutan. Hal ini berpotensi mengganggu keseimbangan proses ekologis di ekosistem hutan kita. Jika melihat ada orang memelihara orangutan, silakan laporkan kepada kami atau Yayasan BOS. Mari kita jaga hutan kita dan seisinya.”

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.