Transfer Pusat Berkurang,  Balikpapan Prioritaskan Efisiensi, Gaji Guru dan PPPK Dipastikan Aman

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Berkurangnya alokasi transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan yang harus dihadapi sejumlah daerah, termasuk Kota Balikpapan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan memilih melakukan efisiensi anggaran agar program prioritas tetap dapat berjalan tanpa mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan pemerintah daerah akan menyesuaikan kebijakan belanja sesuai kemampuan keuangan daerah. Langkah efisiensi dilakukan dengan memangkas pengeluaran yang dinilai tidak mendesak, sehingga anggaran dapat difokuskan pada kebutuhan yang lebih prioritas.

“Pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu mendesak tentu akan kita efisiensikan. Langkah ini harus dilakukan karena berkurangnya transfer pusat akan berdampak pada rencana pembangunan daerah,” ujar Rahmad Mas’ud, Jumat (17/7/2026).

Meski demikian, ia menegaskan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta menyusun prioritas anggaran secara cermat. Menurutnya, masing-masing OPD memahami kebutuhan serta kondisi di lapangan sehingga diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Rahmad menjelaskan efisiensi bukan berarti menghentikan seluruh program pembangunan. Pemerintah Kota Balikpapan tetap berupaya menjalankan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sembari menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Hak-Hak Pegawai Aman

Menanggapi pertanyaan mengenai belanja pegawai, Rahmad mengakui bahwa penurunan transfer pusat berpotensi memberikan dampak terhadap struktur anggaran. Namun hingga saat ini, pemerintah memastikan pembayaran hak-hak pegawai masih dalam kondisi aman.

Ia menegaskan gaji aparatur sipil negara, termasuk para guru dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan APBD.

“Hingga saat ini gaji guru, termasuk PPPK, masih aman. Mudah-mudahan tidak ada kendala ke depan,” katanya.

Pernyataan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para tenaga pendidik dan aparatur yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan publik di Kota Balikpapan.

Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, Pemkot Balikpapan berkomitmen menjaga stabilitas keuangan daerah melalui pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan efisien.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan kebijakan fiskal nasional agar langkah-langkah penyesuaian dapat dilakukan secara tepat. Tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat maupun keberlanjutan pembangunan daerah.

Dengan strategi tersebut, Pemkot Balikpapan berharap roda pemerintahan tetap berjalan optimal, pembangunan prioritas dapat terus dilaksanakan. Serta kesejahteraan aparatur dan pelayanan publik tetap terjaga di tengah dinamika kondisi keuangan daerah.***

Penulis : Samsul

Editor: Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses