Wagub Kaltim Lantik 15 Pejabat Fungsional, Tekankan ASN Harus Profesional Hadapi Tantangan IKN

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji melantik sekaligus mengambil sumpah/janji Jabatan Fungsional bagi 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (foto : Pemprov)
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji melantik sekaligus mengambil sumpah/janji Jabatan Fungsional bagi 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (foto : Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa ASN dituntut semakin profesional dan adaptif untuk menjawab tantangan pembangunan, termasuk keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pelantikan berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (3/8/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, para asisten, serta kepala perangkat daerah.

Seno Aji mengatakan, jabatan fungsional bukan sekadar promosi karier, melainkan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, loyalitas, dan tanggung jawab.

“Kepercayaan tersebut harus dijawab dengan integritas, profesionalisme, loyalitas, dan tanggung jawab, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya, dikutip inibalikpapan.

Jabatan Fungsional Jadi Kunci Reformasi Birokrasi

Menurut Seno, penguatan jabatan fungsional menjadi salah satu fondasi reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Ia menilai kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada kompetensi aparatur yang mengisi jabatan-jabatan strategis tersebut.

Pejabat yang dilantik berasal dari berbagai rumpun jabatan fungsional, mulai dari guru, perawat, pengendali ekosistem hutan, pengawas penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, perencana, hingga analis kebijakan.

Masing-masing memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Guru bertugas mencetak generasi unggul, perawat menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, sementara pengendali ekosistem hutan menjaga kelestarian lingkungan sebagai penopang pembangunan berkelanjutan.

Adapun perencana dan analis kebijakan diharapkan mampu menghasilkan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berbasis data.

ASN Dituntut Siap Hadapi Tantangan IKN dan Kebencanaan

Seno Aji juga menyoroti tantangan baru yang dihadapi Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara sekaligus daerah dengan kawasan hutan, pesisir, dan daerah aliran sungai yang luas.

Karena itu, menurutnya, ASN harus terus meningkatkan kapasitas dalam analisis risiko, mitigasi, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Saya berharap saudara-saudara terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme agar mampu menjawab berbagai tantangan kebencanaan serta mendukung pembangunan daerah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kaltim juga memberikan perhatian khusus kepada ASN yang diangkat sebagai analis kebijakan melalui mekanisme penyesuaian, sebagai bagian dari penguatan kualitas birokrasi.

Pegang Teguh Nilai BerAKHLAK

Di akhir arahannya, Seno mengingatkan seluruh ASN untuk terus memegang teguh nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik.

“Jabatan yang saudara emban bukan sekadar jenjang karier, melainkan amanah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” pungkasnya.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses