Pasar Ramadhan / ilustrasi

Wali Kota Ingatkan, Penjual Kue Tak Gunakan Zat Berbahaya

BALIKPAPAN, Inibalikpapan – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengingatkan penjual makanan, minuman maupun kue ataupun penganan yang dijual agar tidak menggunakan bahan  yang berbahaya seperti formalin, boraks dan rodhamin

Hal itu disampaikan Rizal, saat melakukan sidak ke Pasar Ramadan Balikpapan Permai dan Ruko Bandar, saat puasa pertama, Senin (06/05) kemarin. Saat sidak, Rizal didampingi, Loka POM, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.

“Pemakaian bahan pewarna juga diperhatikan karena kalau warnanya terlihat menyala, terang, bisa jadi zat berbahaya,” ujarnya

Dalam kesempatan itu, ada sekitar 20 jenis penganan yang  diambil sebagai sampel untuk diuji cepat atau rapid test oleh Loka POM. Tahun lalu kata Rizal, tidak ditemukan zat berbahaya yang digunakan penjual.

Sementara dari sampel penganan yang diambil dan diuji cepat diantaranya kue amparan tatak, sari lakatan, lapis india dan lainnya. Rizal juga meminta Loka POM untuk rutin melakukan pemeriksaan sepanjang Ramadan.

“Tahun lalu juga sama, tidak ada formalin dan zat lainnya. Alhamdulillah, semuanya baik, pedagang patuh. Ya, supaya semua aman, pedagang aman, pembeli aman,” ujarnya.

Sementara menyangkut, harga bawang putih yang masih tinggi atau mencapai Rp 100 ribu per kg, sehingg berdampak pada harga dan ukuran panganan yang dijual di Pasar Ramadan. Rizal mempersilahkan pedagang mengakalinya.

“Kalau di jualan, tekniknya pedagang itu bisa menaikan harga, bisa mengurangi ukuran seperti telur bumbu bali tadi kan, biasa Rp10 ribu dapat 4 butir, sekarang cuma 3 butir,” ujarnya.

Ucapan Rizal itu pun diaminkan Bayah, seorang pedagang takjil. “Betul itu, Pak. Apa-apa sekarang mahal, bawang putih mahal, makanya takjil mahal juga,” celetuk Bayah.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.