Warga Mentari Village Balikpapan Utara Resah Rumah Dibobol Berulang, Desak Polisi Usut Tuntas

Tanda bukti laporan ke Polresta Balikpapan
Tanda bukti laporan ke Polresta Balikpapan (Dok Nur Fadillah)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Warga Perumahan Mentari Village, Jalan Raya Kilometer 21, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Balikpapan, resah menyusul aksi pembobolan rumah yang disebut berulang terjadi di lingkungan perumahan tersebut.

Salah satu warga, Nur Fadillah, mengaku rumah kontrakannya dibobol saat ditinggal keluar bersama keluarga pada Minggu (6/9/2026). Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang berharga, termasuk perhiasan, hilang.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polresta Balikpapan pada 10 September 2026. Nur berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dan pelaku dapat diketahui.

“Sudah dilaporkan ke polisi agar bisa ditindaklanjuti,” ujar Nur Fadillah melalui pesan WhatsApp, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Nur, keresahan warga semakin bertambah setelah dirinya menyampaikan kejadian tersebut dalam grup komunikasi warga. Sejumlah warga lain mengaku pernah mengalami kejadian serupa.

Bahkan, menurut informasi yang diterimanya dari warga dan pihak keamanan, aksi pencurian di kawasan tersebut disebut bukan kali pertama terjadi.

Pulang Rumah, Kamar Sudah Berantakan

Nur menceritakan, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong karena dirinya dan keluarga sedang keluar. Mereka baru kembali sekitar pukul 19.00 Wita atau setelah Isya.

Sesampainya di rumah, ia awalnya tidak menyadari telah terjadi pembobolan. Ia melihat kamar bagian depan dalam kondisi berantakan dan mengira barang-barang tersebut mungkin belum sempat dirapikan karena sedang mengurus bayinya yang masih berusia tiga bulan.

Nur baru menyadari adanya kejanggalan setelah suaminya melihat jendela kamar yang selama ini tidak pernah dibuka dalam kondisi terbuka.

“Suami saya selesai merokok kemudian masuk ke rumah. Setelah itu dia melihat jendela kamar yang tidak pernah dibuka kok terbuka,” tuturnya.

Suaminya kemudian memeriksa sejumlah bagian rumah. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan beberapa kamar dalam kondisi berantakan.

Nur kemudian mengecek barang-barang miliknya. Saat itu ia belum menemukan barang yang hilang. Namun setelah pemilik rumah datang keesokan harinya, ditemukan bekas congkelan pada bagian pintu.

“Besoknya yang punya rumah datang. Saya buka pintu, ada bekas congkelan,” katanya.

Setelah mengetahui adanya dugaan pembobolan, Nur menyampaikan kejadian tersebut ke grup jual beli warga perumahan. Dari percakapan di grup itu, sejumlah warga kemudian mengaku pernah menjadi korban pencurian.

Warga Soroti Keamanan Perumahan

Nur mengaku telah menyampaikan kejadian tersebut kepada petugas keamanan perumahan. Namun, ia merasa respons yang diterima belum memberikan rasa aman bagi warga.

Ia mengaku mendapat informasi bahwa area belakang rumahnya menjadi salah satu titik yang dicurigai sebagai lokasi keluar-masuk pelaku.

Menurut Nur, keresahan semakin muncul karena dugaan pencurian disebut telah terjadi beberapa kali.

“Keresahan kami karena security sudah tahu ini kejadian berulang, tapi tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.

Ia juga mengaku sempat menyampaikan kekhawatiran melalui grup warga agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Nur menyebut dirinya kemudian mengalami situasi yang membuatnya merasa tertekan. Pada malam hari setelah peristiwa tersebut, sejumlah petugas keamanan mendatangi rumahnya.

Menurut pengakuannya, terdapat sekitar tujuh orang petugas keamanan yang datang dan terjadi adu mulut. Nur mengatakan saat itu dirinya berada di rumah seorang diri sambil menggendong bayinya yang berusia tiga bulan.

“Kalau bukan tetangga yang memisahkan, mungkin sudah terjadi kontak fisik,” ungkapnya.

Nur menegaskan, dirinya tidak bermaksud menuduh pihak keamanan terlibat dalam pencurian. Ia hanya meminta agar kasus pembobolan rumah ditangani secara serius dan sistem keamanan lingkungan diperbaiki.

“Saya cuma ingin keamanan di sini ditingkatkan. Soal emas saya yang hilang, biar menjadi urusan saya dengan pihak kepolisian,” katanya.

Minta Pertemuan

Persoalan tersebut kemudian diketahui pihak pengembang. Nur menyebut pihak developer bersama pihak kelurahan sempat datang ke lokasi untuk mengetahui persoalan yang terjadi.

Dalam pertemuan itu, Nur menyampaikan keinginannya agar dirinya dipertemukan dengan seluruh petugas keamanan yang datang ke rumahnya pada malam kejadian.

“Saya cuma mau dipertemukan dengan semua satpam yang malam itu datang ke rumah dan mendatangi saya bersama anak saya,” ujarnya.

Ia berharap pihak pengembang dan pengelola perumahan segera mengevaluasi sistem keamanan, terutama karena sejumlah warga menyampaikan bahwa aksi pencurian telah berulang.

Di sisi lain, laporan dugaan pembobolan rumah telah disampaikan kepada kepolisian. Nur berharap polisi dapat melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan keamanan warga Mentari Village.

Dikutip dari globalexposetv.com, pihak developer sebelumnya menyampaikan keresahan warga menjadi perhatian pengelola perumahan. Mereka berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, nampaknya belum ada tindaklanjut.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses