Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan Heria Prisni

1.100 Ekor Sapi di Balikpapan Diambil Darah dan Liurnya

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Petugas Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan telah turun ke lapangan untuk mengecek penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang sapi dan kini merebak di sejumlah daerah.

“Kita sekarang sudah menuju lapangan, kalau ada tanda-tanda menunjukkan PMK kita langsung kasih antibodi dan vitamin sama sapi itu,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan Heria Prisni, Jumat (13/05/2022)

Dia mengatakan, di Balikpapan saat ini sebanyak 1.100 ekor sapi yang saat ini tengah dicek kesehatannya. Dari jumlah itu sudah sekitar 50 persen sapi yang dicek tertular PMK atau tidak.

“Disni gak ada (belum ada ditemukan), ini anak-anak masih keliling. Stok sapi kita yang 1.100 masih belum ditemukan,. Kita targetnya minggu ini selesai. Makanya Sabtu-Minggu turun juga,” ujarnya

Sejauh ini sudah diambil sampel darah dan lir sapi untuk kemudian dikirim ke Surabaya. “Sampel darahnya sudah kita ambil dan akan dikirim ke surabaya karena disini gak ada,” ujarnya

Dia menjelaskan, sapi yang tertular PMK bisa menyebabkan kematian. Karena sapi tersebut akan sulit untuk makan. “Kalau dia tidak mau makan, supaya bagaimana di bisa makan,” ujarnya.

“Nah kalau dia tidak mau makan berarti daya tahan tubuhnya kan menurun, nah bisa dia akan ambruk,”

Kata dia, penularan PMK cukup cepat, sehingga harus waspada jika ada sapi yang demam hingga 41 derajat. Sehingga pemeriksaan seluruh sapi di Balikpapan dipercepat untuk antisipasi.

“Kita harus cepat-cepat, disamping kita menunggu hasil pemeriksaan darah dan liur sampel yang dikirim ke Surabaya,” ujarnya

Sapi yang tertular PMK, seperti terkena sariawan. Kuku kakinya kemudian luka dan akan membusuk. “Nah kalau dia tidak mau makan berarti daya tahan tubuhnya kan menurun,” ujarnya

Baca juga ini :  MUI Balikpapan Tunggu Keputusan MUI Pusat Soal Game PUBG

“Karena PMK itu sapinya bisa ambruk karena dia seperti sariawan.

Biasanya kakinya di kukunya luka, lama-lama membusuk jadi terbuka kulitnya.”

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.