2.255 Jemaah Haji Berangkat Tanpa Hambatan, Garuda Indonesia Catat 100 Persen Tepat Waktu
JAKARTA, inibalikpapan.com — Haji 2026 dimulai dengan kabar menggembirakan. Sebanyak 2.255 jemaah dari berbagai daerah langsung diberangkatkan tanpa hambatan, dengan seluruh penerbangan kloter pertama tercatat tepat waktu, Selasa (21/4/2026).
Bagi banyak jemaah, ini bukan sekadar perjalanan biasa. Setelah menunggu lama, keberangkatan tanpa penundaan menjadi hal yang sangat berarti.
Dari Yogyakarta dengan 360 jemaah, Jakarta 391 jemaah, Medan 360 jemaah, Lombok 393 jemaah, Solo 360 jemaah, hingga Ujung Pandang 391 jemaah. Proses keberangkatan berjalan lancar tanpa cerita tertinggal pesawat atau antrean panjang akibat delay.
Garuda Indonesia Pastikan Layanan Aman dan Nyaman Sejak Awal
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan bahwa kelancaran hari pertama ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam melayani jemaah haji.
Menurutnya, penyelenggaraan haji bukan sekadar operasional penerbangan, tetapi juga amanah besar dalam mengantar jemaah menuju ibadah di Tanah Suci.
Garuda memastikan seluruh proses, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan nanti, berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu.
“Karena itu penting bagi kami untuk memastikan seluruh operasional penerbangan Haji ini berjalan dengan lancar, aman dan nyaman bagi seluruh jemaah hingga tiba kembali di Tanah Air,” ujar Glenny dalam siaran pers, Rabu (22/4/2026).
Tahun ini, sekitar 18 persen jemaah masuk kategori lanjut usia dan berkebutuhan khusus.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Garuda Indonesia bersama pihak terkait menyiapkan berbagai fasilitas: Kursi roda di setiap embarkasi, ambulift di bandara tertentu, bus dengan fasilitas toilet, dan buggy car di bandara tujuan
Selama penerbangan, awak kabin juga disiagakan untuk memberikan pendampingan khusus bagi jemaah yang membutuhkan.
Operasional Besar, Ribuan Petugas Dikerahkan
Untuk musim haji 2026, Garuda Indonesia melayani lebih dari 100 ribu jemaah yang terbagi dalam ratusan kelompok terbang.
Pemberangkatan jemaah akan dilaksanakan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan menuju Madinah pada 21 April hingga 6 Mei 2026 dan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026.
Demi menjaga kualitas layanan, lebih dari 1.000 awak pesawat serta ratusan petugas darat diterjunkan. Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi.
Keberangkatan tanpa kendala di hari pertama menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan haji tahun ini. Jika konsistensi ini terjaga, perjalanan jemaah Indonesia berpotensi berlangsung lebih nyaman dari tahun-tahun sebelumnya.
Bagi jemaah, perjalanan yang lancar sejak awal bukan hanya soal waktu, tetapi juga ketenangan dalam menjalankan ibadah.***
BACA JUGA
