400 Ribu Rumah Tangga Ditargetkan Dapat Sambungan Listrik Baru pada 2027
JAKARTA, Inibalikpapan.com — Pemerintah menargetkan 400 ribu rumah tangga menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada 2027. Namun, percepatan penetapan penerima menjadi sorotan agar masyarakat yang belum memiliki akses listrik tidak harus menunggu proses pemutakhiran data desil.
Dorongan tersebut mengemuka dalam pembahasan anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran 2027 bersama Komisi XII DPR RI.
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari meminta peningkatan target BPBL tidak terhambat penerapan data desil yang prosesnya dinilai membutuhkan waktu.
Menurutnya, survei penerima BPBL selama ini dilakukan dengan melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan.
“Desil ini dilaksanakan tahun depan, begitu. Karena urusannya panjang. Ini urusannya dengan hak-hak masyarakat yang harusnya mendapatkan menjadi terhambat,” ujar Ratna dalam siaran pers, Kementerian ESDM
Menteri ESDM: Jangan Tunggu Data Desil
Menteri ESDM menegaskan data tetap menjadi bagian penting dalam menentukan penerima bantuan. Namun, proses pelayanan kepada masyarakat juga harus berjalan cepat.
“Desil itu penting, tapi jangan kita tunggu desil dulu baru orang lampu nyala,” ujar Menteri ESDM.
Untuk 2027, pemerintah merencanakan BPBL bagi 400 ribu rumah tangga dengan alokasi anggaran sekitar Rp949 miliar.
Menteri ESDM juga meminta dukungan Komisi XII DPR RI untuk membantu mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan akses listrik. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran sekaligus mempercepat pelaksanaannya.
Masih Ada 10.068 Titik Butuh Elektrifikasi
Perluasan akses listrik tidak hanya menyasar sambungan rumah tangga. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan infrastruktur listrik desa di 1.250 lokasi dengan anggaran sekitar Rp9,31 triliun.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas infrastruktur energi, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menteri ESDM menyebut masih terdapat 10.068 titik desa dan dusun yang membutuhkan perhatian dalam program elektrifikasi.
Kondisi tersebut menunjukkan tantangan elektrifikasi masih cukup besar. Pemerintah tidak hanya perlu menambah infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat yang telah memenuhi kriteria penerima bantuan dapat segera memperoleh sambungan listrik.
Dengan target BPBL yang meningkat pada 2027, percepatan pendataan dan penetapan penerima menjadi salah satu faktor penting agar program tidak berhenti pada alokasi anggaran, tetapi benar-benar memperluas akses listrik bagi rumah tangga yang membutuhkan.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
