Antisipasi El Nino,  Balikpapan Perkuat Pengawasan Pangan dan Imbau Petani Hemat Air

Kepala DKP3 Kota Balikpapan Sri Wahyuningsih

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan mulai terasa pada akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026.

Puncak dampaknya diprediksi terjadi pada Agustus hingga September, dengan ancaman utama berupa kekeringan dan gangguan pasokan pangan.

Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahyuningsih mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga ketahanan pangan serta mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Menurut Yuyun biasa Sri Wahyuningsih disapa, pemantauan dilakukan secara rutin melalui program penyusunan proyeksi neraca pangan yang mencakup 22 komoditas pangan wajib, seperti beras, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, gula, dan bahan pokok lainnya.

“Pemantauan dilakukan setiap bulan untuk memastikan stok pangan aman. Jika ada indikasi kondisi waspada atau kekurangan stok, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan para distributor agar pasokan tetap tersedia,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, ketahanan pangan Balikpapan masih sangat bergantung pada daerah pemasok. Hal itu disebabkan keterbatasan lahan pertanian di kota minyak tersebut yang hanya sekitar 15 persen. Bahkan kebutuhan beras masyarakat masih sepenuhnya didatangkan dari luar daerah.

“Kontribusi pertanian lokal saat ini lebih banyak pada sektor hortikultura. Karena itu, distribusi pangan dari luar daerah harus benar-benar dijaga,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Kota Balikpapan juga telah menerbitkan surat edaran kepada petani, pembudidaya, dan pelaku sektor perikanan sejak sebulan lalu, usai rapat koordinasi bersama BMKG di Balai Kota Balikpapan.

Melalui surat edaran tersebut, masyarakat diimbau menyiapkan cadangan air secara mandiri dengan memanfaatkan embung maupun penampungan air hujan. Pemerintah juga meminta penggunaan air dilakukan secara bijak agar tidak mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat yang menjadi prioritas layanan PDAM.

Efisiensi Penggunaan Air

Selain itu, petani diarahkan menerapkan teknologi hemat air seperti irigasi tetes dan sistem penyiraman modern guna meningkatkan efisiensi penggunaan air selama musim kering.

“Kami juga mengarahkan penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan agar produktivitas tetap terjaga,” tambah Yuyun.

Di sisi lain, pemerintah memastikan pengawasan harga pangan akan diperketat selama periode El Nino. Jika ditemukan kenaikan harga yang dinilai tidak wajar, Satgas Sabar Pangan akan diturunkan melakukan inspeksi langsung ke lapangan.

Satgas tersebut melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, hingga Badan Pangan Nasional. Penindakan akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran harga yang melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).

Yuyun menilai, masyarakat Balikpapan selama ini cenderung lebih mengutamakan ketersediaan barang dibanding harga. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas harga. Agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan akibat dampak El Nino.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses