Antonio Teles

Antonio Teles : Seluruh Indonesia Tahu Kalau Itu Bukan Pinalti

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kapten Persiba Balikpapan Antonio Teles menyayangkan sikap pengandil lapangan yang dianggapnya tidak fair saat memimpin laga, Persiba menghadapi Persib Bandung dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship n(ISC) 2016 di stadion Wibawa Mukti, Sabtu (01/10).

Dalam pertandingan tersebut, Beruang Madu menelan kekalahan dari Maung Bandung 1-2. Meski sempat unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Matsunaga Shohei, namun Sergio Van Dijk berhasil menyamakan skor, bahkan Vladimir Vujovic memberi tiga poin bagi Persib setelah sukses menjebol gawang Alfonsius Kevlamn melalui titik pinalti.

Teles pun bereaksi terhadap pinalti yang dianggapnya kontroversi tersebut. Apalagi sebelum wasit memberikan hadiah pinalti, mantan pemain PSIS Semarang itu mengatakan, telah terjadi pelanggaran terlebih dahulu..

“Sangat kecewa dengan wasit itu, pemain kita di intimidasi, diberi kartu terus, sebelum dia beri pinalti. Seharusnya pelanggaran untuk kita, seluruh Indonesia tahu kalau itu tidak (bukan) pinalti” ujar gelandang berdarah Brasil itu.

Dia mengungkapkan, kepimpinan wasit yang buruk dalam beberapa pertandingan, justru akan meruksak kompetisi nasional. Karena kata dia, majunya sepakbola Indonesia harus dimulai dari kepemimpinan wasit yang benar.

“Sepakbola Indonssia sulit maju kalau tidak di mulai dari wasit. Kita pemain harus bersabar dan professional tapi wasit nya selama ini gak ada perubahan. Sulit buat kompetisi di Indonesia, kalau seperti ini,” ujarnya.

Kekalahan tersebut, membuat Persiba gagal merealisasikan target meraih poin atas tuan rumah Persib. Kekalahan itu bahkan membuat tim kesayangan masyarakat Balikpapan tak beranjak dari posisi 13 klasemen sementara ISC.

Comments

comments

Baca juga ini :  Update 1 Mei 2021 : Bertambah 137 Kasus Positif Covid-19 di Kaltim, 192 Pasien Sembuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.