Home / iniFLASH / Atasi Krisis Air, Pemkot Balikpapan Wajib Lakukan Konservasi Air
Waduk Manggar (foto : balikpapanbiker)

Atasi Krisis Air, Pemkot Balikpapan Wajib Lakukan Konservasi Air

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com- Sebagai daerah yang selama ini hanya mengandalkan tadah hujan untuk kebutuhan air bersih, maka sudah seharusnya Pemerintah Kota Balikpapan melakukan konservasi air dengan cara menanam rumpun bambu

Pasalnyabambu satu-satunya tanaman yang mampu menyerap atau menyimpan air hujan hingga 90 persen. Hal itu untuk menghindari terjadinya kekeringan yang hampir setiap tahun selalu terjadi di Kota Balikpapan, akibat kemarau panjang.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan Tri Bangun Laksana menilai pentingnya dilakukan konservasi air di kota Balikpapan mengingat 70% penduduk Balikpapan hanya mengandalkan keberadaan Waduk Manggar.

“90% air hujan yang turun ke bumi mampu diserap oleh pohon bambu. Pohon ini satu-satunya melakukan itu,” kata Tri Bangun Laksana

Menurutnya, konservasi air dengan penanaman bambu akan menjadi titik awal bagi Pemerintah Kota Balikpapan dan juga masyarakat untuk melakukan upaya menyimpan air di tanah.

“Manfaat penanaman rumpun bambu ini akan dilihat pada usia tanam 4-5 tahun. Ini penelitian ilmiah karena itu masyarakat dan pemerintah daerah harus terus melakukan secara bersama-sama,” ucapnya

“Memang sekarang ini masih parsial tapi yang penting ada keinginan dan kesadaran bersama penting konservasi air,”

P3E Kalimantan kata dia, sejak 2014 lalu sudah menanam 3.060 rumpun bambu di kawasan Waduk Manggar bersama Pemerintah Kota Balikpapan, PDAM Balikpapan serta pegiat lingkungan.

Comments

comments

About glen

Check Also

Update 27 September 2020 : Bertambah 140 Kasus Positif Covid-19 di Kaltim, 144 Pasien Sembuh

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kaltim hari ini kembali bertambah. Laporan Satgas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.