Balikpapan Siapkan 15 Gerai Koperasi Merah Putih, Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mematangkan persiapan pembentukan dan operasional Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Sambil menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Koperasi, berbagai langkah persiapan telah dilakukan agar koperasi dapat langsung beroperasi secara optimal.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia, mengatakan pihaknya masih menunggu kehadiran tenaga manajerial yang akan ditugaskan pemerintah pusat untuk mendampingi pengurus Koperasi Merah Putih di daerah.
Menurutnya, kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dengan mengakomodasi berbagai produk unggulan UMKM di setiap wilayah.
“Kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Koperasi. Nantinya akan ada kolaborasi antara manajer yang ditugaskan pemerintah pusat dengan pengurus koperasi di daerah sehingga operasionalnya dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Heruressandy, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, Koperasi Merah Putih akan menjadi wadah bagi pelaku UMKM Balikpapan untuk memasarkan produk-produk unggulan lokal. Selain itu, koperasi juga diproyeksikan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan berbagai barang bersubsidi kepada masyarakat secara lebih merata dan tepat sasaran.
“Potensi unggulan setiap kelurahan bisa ditampilkan melalui koperasi ini. Penyaluran barang subsidi juga diharapkan lebih adil karena didukung pendataan yang akurat,” katanya.
Sambil menunggu operasional resmi, DKUKMP tidak tinggal diam. Berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia terus diberikan kepada calon pengurus koperasi, mulai dari pelatihan perpajakan, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran.
Langkah tersebut dilakukan agar ketika koperasi mulai beroperasi, seluruh pengurus telah memiliki kemampuan mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Di sisi infrastruktur, Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan pembangunan 15 gerai Koperasi Merah Putih. Sebanyak 11 gerai direncanakan dibangun menggunakan dukungan pemerintah daerah, sedangkan empat gerai lainnya memanfaatkan aset milik BUMN, yakni Pertamina, melalui skema pinjam pakai.
Heruressandy menjelaskan, tidak semua wilayah memiliki aset milik pemerintah kota yang dapat dimanfaatkan. Karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak menjadi solusi agar seluruh koperasi tetap memiliki tempat beroperasi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada gerai yang beroperasi penuh. Hal tersebut disebabkan sarana dan prasarana pendukung, seperti rak display, mesin kasir, hingga kendaraan operasional, masih menunggu pengadaan dari pemerintah pusat.
“Targetnya pada Agustus seluruh perlengkapan sudah mulai dilengkapi sehingga gerai dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta pelaku UMKM, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi fondasi baru dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan di Balikpapan. Program ini tidak hanya membuka ruang pemasaran bagi produk lokal, tetapi juga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan berbagai program subsidi secara lebih efektif, merata, dan berkeadilan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
