Lima Film Horor Indonesia Tampil di BIFAN 2026, Karya Joko Anwar hingga Hanung Mendunia
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Film horor Indonesia kembali menunjukkan kelasnya di panggung internasional. Sebanyak lima film karya sineas Tanah Air resmi terpilih dalam program Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026, salah satu festival film genre paling bergengsi di Asia yang digelar di Bucheon, Korea Selatan, pada 2–12 Juli 2026.
Keikutsertaan lima film sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa perfilman horor Indonesia semakin mendapat tempat di mata dunia. Deretan film tersebut datang dengan tema, pendekatan visual, hingga cerita yang beragam, mulai dari horor satir, thriller psikologis, hingga adaptasi legenda Nusantara.
1. Ghost in the Cell
Sutradara Joko Anwar kembali hadir lewat Ghost in the Cell, film horor komedi satir produksi Come and See Pictures.
Film ini mengisahkan sebuah penjara yang diteror sosok gaib misterius. Uniknya, hantu tersebut hanya membunuh para narapidana yang memiliki aura paling buruk. Demi bertahan hidup, para penghuni penjara justru dipaksa berubah menjadi pribadi yang lebih baik di tengah lingkungan penuh kekerasan dan ketidakadilan.
Perpaduan horor supranatural, komedi gelap, dan kritik sosial menjadikan film ini salah satu karya Indonesia yang paling mencuri perhatian di BIFAN tahun ini.
2. 402 Rumah Sakit Angker Korea
Disutradarai Anggy Umbara, film ini merupakan adaptasi resmi dari film Korea Selatan Gonjiam: Haunted Asylum.
Diproduksi oleh MD Pictures, Pichouse Films, dan Umbara Brothers Film, 402 Rumah Sakit Angker Korea menggelar world premiere di BIFAN sebelum tayang di bioskop Indonesia.
Ceritanya mengikuti sekelompok kreator konten horor asal Indonesia yang melakukan siaran langsung di sebuah rumah sakit jiwa terbengkalai di Korea Selatan. Keinginan mereka membuka Kamar 402 demi meraih popularitas justru berubah menjadi mimpi buruk ketika teror makhluk gaib mulai mengancam seluruh tim.
3. Monster Pabrik Rambut (Sleep No More)
Sutradara Edwin membawa Monster Pabrik Rambut atau Sleep No More ke BIFAN melalui kolaborasi Palari Films dengan rumah produksi internasional.
Film ini memadukan horor fantasi dengan kritik sosial mengenai eksploitasi pekerja.
Kisahnya mengikuti tiga kakak beradik yang menyelidiki kematian ibu mereka di sebuah pabrik rambut. Pencarian tersebut membawa mereka pada sosok misterius yang diyakini menghantui pabrik sekaligus menjadi penyebab berbagai peristiwa mengerikan.
4. Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi
Disutradarai Hanung Bramantyo, film ini menggabungkan unsur thriller, misteri, dan horor dengan latar Indonesia menjelang peristiwa G30S.
Tokoh utamanya adalah Letnan Soegeng yang ditugaskan mengusut pembunuhan berantai misterius. Seluruh korban ditemukan dengan luka yang sama, sementara penyelidikan perlahan mengungkap berbagai rahasia kelam yang tersembunyi di balik kasus tersebut.
5. Legenda Kelam Malin Kundang
Film produksi terbaru yang diproduseri Joko Anwar ini menghadirkan interpretasi modern dari kisah rakyat Malin Kundang.
Mengusung genre psychological thriller, film ini mengangkat tema trauma keluarga, manipulasi ingatan, dan hubungan ibu serta anak.
Cerita berpusat pada Alif yang kehilangan sebagian ingatannya akibat kecelakaan. Saat seorang perempuan tua mengaku sebagai ibu kandungnya, Alif mulai menelusuri masa lalunya hingga menemukan rahasia besar yang mengubah seluruh hidupnya.
Bukti Horor Indonesia Semakin Diakui Dunia
Terpilihnya lima film sekaligus dalam Bucheon International Fantastic Film Festival 2026 menjadi pencapaian penting bagi industri perfilman Indonesia.
Festival yang dikenal sebagai salah satu ajang film genre terbesar di Asia tersebut selama ini menjadi tempat lahirnya berbagai film horor, thriller, fantasi, dan fiksi ilmiah terbaik dari berbagai negara.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa horor Indonesia tidak lagi hanya diminati di pasar domestik, tetapi juga semakin diperhitungkan di tingkat internasional melalui keberagaman cerita, pendekatan sinematik, serta kualitas produksi yang terus berkembang.***
Penulis: Donny M.
Sumber: Suara
Editor: Donny
BACA JUGA
